PROFIL BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS AKSELERASI DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA TERBUKA

ABSTRAK: Penelitian  ini  dilatarbelakangi  oleh  kebutuhan  dunia  akan  sumber  daya yang  mampu  berpikir  kreatif  agar  dapat  memanfaatkan  dan  mengembangkan  IPTEK. Salah  satu  cara  untuk  mengatasinya  adalah  mengoptimalkan  peningkatan  kemampuan berpikir  kreatif  pada  siswa  kelas  akselerasi.  Program  kelas  akselerasi  adalah  program percepatan  pembelajaran.  Sehingga,  kebutuhan  sumber  daya  kreatif  dapat  segera terpenuhi.  Tujuan  penelitian  adalah  mengetahui  kreativitas  siswa  dan  mendeskripsikan proses  berpikir  kreatif  siswa  kelas  akselerasi  dalam  memecahkan  masalah  matematika terbuka.  Proses  berpikir  kreatif  ditelusuri  dengan  berpedoman  pada  tahapan  berpikir kreatif  menurut  Wallas,  yaitu  persiapan,  inkubasi,  iluminasi,  dan  verifikasi.  Jenis penelitian  ini  adalah  kualitatif-deskriptif.  Instrumen  penelitian  adalah  lembar  tugas pemecahan  masalah  dan  wawancara  secara  mendalam.  Subjek  dalam  penelitian  ini adalah  siswa  kelas  akselerasi    SMP  Kota  Jambi.  Analisis  data  menggunakan  analisis data  menurut  Miles  dan  Huberman  yaitu  reduksi  data,  pemaparan  data  dan  penarikan kesimpulan.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  siswa  kelas  akselerasi  dalam memecahkan  masalah  matematika  terbuka  dari  25  orang  siswa  terdapat  8%  siswa kreatif,  72%  kurang  kreatif,  dan  20%  tidak  kreatif.  Siswa  kelas  akselerasi  yang  kreatif dan  kurang  kreatif  dalam  memecahkan  masalah  matematika  terbuka  melalui  keempat proses  berpikir  kreatif  menurut  Wallas.  Sedangkan  siswa  kelas  akselerasi  yang  tidak kreatif  dalam  memecahkan  masalah  matematika  terbuka  melalui  tiga  tahap  yaitu persiapan, inkubasi, dan iluminasi.
Kata Kunci: Berpikir kreatif, siswa akselerasi
Penulis: Eni Defitriani
Kode Jurnal: jpmatematikadd141044

Artikel Terkait :