KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS: APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA DITINGKATKAN PADA MAHASISWA
ABSTRAK: Matematika diberikan
kepada semua siswa
tanpa terkecuali agar
terlatih berpikir secara logis, analitis, sistematis, dan kreatif.
Dengan kompetensi-kompetensi tersebut
diharapkan siswa dapat
memiliki kemampuan menerima,
mengelola, dan memanfaatkan
pengetahuan yang diperolehnya untuk bertahan hidup dalam keadaan yang selalu
berubah dan kompetitif. Latihan berpikir, merumuskan dan memecahkan masalah
serta mengambil kesimpulan akan membantu siswa untuk mengembangkan pemikirannya
atau intelegensinya. Dengan demikian, semakin banyak siswa berlatih memecahkan
masalah matematis maka akan semakin mengerti dan berkembang cara berpikirnya.
Kemahiran siswa dalam memecahkan masalah matematis, dipengaruhi oleh kemampuannya dalam
memahami matematika. Kemampuan
bernalar berperan penting dalam
memahami matematika. Bernalar secara matematis merupakan suatu kebiasaan
berpikir, dan layaknya suatu kebiasaan, maka penalaran semestinya menjadi bagian
yang konsisten dalam setiap pengalaman-pengalaman matematis siswa. Dari pengalaman-pengalaman awal
siswa belajar materi
matematika, penting bagi
guru untuk membantu siswa
memahami bahwa penegasan-penegasan harus
selalu mempunyai alasan. Komunikasi
matematis berperan penting
pada proses pemecahan
masalah. Melalui komunikasi ide
bisa menjadi objek
yang dihasilkan dari
sebuah refleksi, penghalusan,
diskusi, dan pengembangan. Proses komunikasi juga membantu dalam proses pembangunan
makna dan pempublikasian ide.
Ketika para siswa
ditantang untuk berpikir dan bernalar tentang matematika dan
mengomunikasikan hasil pikiran mereka
secara lisan atau
dalam bentuk tulisan,
sebenarnya mereka sedang
belajar menjelaskan dan meyakinkan. Mendengarkan penjelasan lain,
berarti sedang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pemahaman
mereka.
Penulis: Cita Dwi Rosita, M.Pd
Kode Jurnal: jpmatematikadd141043