PENGUJIAN DEPENDENSI SPASIAL DAN SIFAT AUTOREGRESSIVE PADA DATA INFLASI BERDASARKAN DISAGREGASI INFLASI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN MODEL SPATIO-TEMPORAL “GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE”

Abstract: Disagregasi inflasi merupakan pengelompokan inflasi berdasarkan tiga kategori yaitu core inflation, administered price dan volatile food. Pengelompokan tersebut mencerminkan perubahan harga yang bersifat persistent. Disagregasi inflasi dipengaruhi oleh jumlah barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat di kota yang bersangkutan. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, setiap kota selalu membutuhkan kota sekelilingnya dalam menyediakan komoditas yang tidak dapat dipenuhi sendiri oleh kota yang bersangkutan. Pergerakan harga di suatu kota akan dipengaruhi pula oleh apa yang terjadi dikota sekelilingnya. Oleh sebab itu untuk meramalkan inflasi berdasarkan disagregasi inflasi, efek waktu dan lokasi perlu dilibatkan secara bersama, menggunakan model spatio-temporal Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR). Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk model pergerakan inflasi pada 7 kota besar di Jawa Timur berdasarkan disagregasiinflasi yang melibatkan efek spasial dan sifat autoregressive. Model yang diidentifikasi adalah model GSTAR(1) untuk core inflation dan GSTAR(2) untuk administered price dan volatile food. Peramalan GSTAR menunjukkan bahwa core inflation akan mengalami penurunan, sedangkan administered price dan volatile food mengalami fluktuasi di beberapa lokasi hingga terjadi deflasi dan inflasi ringan.
Kata kunci: Inflasi, Disagregasi inflasi, Jawa Timur, GSTAR
Penulis: Danny Prasetyo Hartanto
Kode Jurnal: jpmatematikadd130607

Artikel Terkait :