PENGARUH RASIO MOLAR MINYAK JELANTAH DENGAN METANOL DAN SUHU REAKSI DALAM REAKSI TRANSESTERFKASI TERKATALIS CaO/ZEOLIT ALAM TERHADAP YIELD BIODIESEL
ABSTRAK: Penelitian mengenai
reaksi transesterifikasi
minyak jelantah terkatalis CaO/zeolit
alam telah dilakukan. Penelitian ini
bertujuan untuk memperoleh
yield biodiesel yang
tinggi dengan katalis
CaO/zeolit alam. Proses pengembanan CaO
pada zeolit alam
dalam penelitian ini menggunakan
metode impregnasi basah dan karakterisasi katalis CaO/zeolit
alam dianalisis menggunakan
XRD, FTIR dan
penentuan luas permukaan
spesifik katalis zeolite alam
sebagai pengemban CaO
dilakukan dengan metode
BET. Pada reaksi
transesterifikasi terkatalis CaO/zeolite alam dalam produksi biodiesel
dilakukan untuk mengetahui pengaruh rasio molar minyak terhadap metanol dan
suhu reaksi. Hasil analisa
gugus fungsi menggunakan
FTIR dan pola
difraksi sinar-X dari
ketiga zeolit alam
teraktivasi dengan ukuran berbeda tidak mengalami perubahan secara
signifikan setelah diembankan dengan katalis CaO. CaO tidak memberikan serapan
sehingga tidak terdeteksi oleh FTIR, yang terdeteksi adalah vibrasi gugus
karbonil akibat adsorpsi CO2 dari udara
oleh padatan CaO
dan hasil analisis penentuan
luas permukaan zeolit
alam menggunakan BET diperoleh
luas permukaan zeolit alam ukuran
200 mesh adalah
9,993 m2/g. Hasil uji
gravimetri sederhana menunjukkan
bahwa jumlah CaO yang teremban pada
zeolit alam ukuran 200
mesh tersebut sebanyak
0,2155 g/g zeolit. Berdasarkan
hasil tersebut, CaO/ZAA 200
mesh diaplikasikan sebagai
katalis pada produksi
biodiesel dari minyak jelantah.
Reaksi transesterifkasi terkatalis
CaO/zeolit alam ukuran
200 mesh menunjukkan
yield biodiesel tertinggi yaitu
sebesar 98,34 % pada rasio molar minyak terhadap metanol 1:15 dengan suhu
reaksi 60 oC. Hasil GC-MS menunjukkan komponen metil ester yang terkandung
dalam biodiesel hasil adalah metil palmitat dan metil oleat.
Penulis: Ana Malia, Putu
Suarya, Ida Ayu Raka Astiti Asih, dan I Made Wisnu Adhi Putra
Kode Jurnal: jpkimiadd160050