PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERORIENTASI HOTS (Higher Order Thinking Skills) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pembelajaran problem
solving berorientasi HOTS (Higher
Order Thinking Skills)
terhadap hasil belajar
kimia siswa kelas
X materi pokok larutan elektrolit dan konsep redoks. Populasinya adalah
286 siswa kelas X suatu SMA di Semarang.
Pengambilan sampel dilakukan
dengan teknik cluster
random sampling dengan satu kelas
sebagai kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Rata-rata nilai hasil belajar kognitif kelas
eksperimen sebesar 84,06,
sedangkan kelas kontrol
77,60. Kedua kelas berdistribusi normal
dan mempunyai varians
yang sama, sedangkan
pada uji t dua
pihak dihasilkan –ttabel (-2,00)<thitung(4,32)> ttabel (2,00) yang
berarti ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Pada uji t satu pihak
kanan diperoleh thitung (4,32)>ttabel (1,67) yang berarti bahwa rata-rata hasil
belajar kognitif siswa
kelas eksperimen lebih
baik daripada kelas
kontrol. Hasil analisis korelasi
diperoleh angka r=0,5079,
sehingga signifikan dengan
harga koefisien determinasi sebesar
25,79%, berarti penggunaan
pembelajaran problem solving
berorientasi HOTS memiliki kontribusi
sebesar 25,79% terhadap
hasil belajar siswa,
sedangkan 74,21% dijelaskan oleh
variabel lain. Dapat
disimpulkan bahwa penggunaan
pembelajaran problem solving
berorientasi HOTS berpengaruh positif terhadap hasil belajar kimia siswa.
Pembelajaran problem solving dapat merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi
siswa seperti berpikir kritis dan kreatif.
Penulis: Ririn Handayani dan
Sigit Priatmoko
Kode Jurnal: jpkimiadd130677