PENGARUH KONSENTRASI ASAM SULFAT DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL YANG DIHASILKAN DARI BIJI ALPUKAT

Abstrak: Bioetanol cukup berpeluang untuk menjadi energi alternatif yang bersaing dalam mengatasi krisis  energi yang terjadi sekarang ini. Selain memiliki kelebihan akan rendahnya emisi gas berbahaya, bioetanol juga dihasilkan  dari  bahan  baku  yang  dapat  diperbaharui  dan  tidak  memiliki  waktu  regenerasi  lama  seperti halnya  bahan  bakar  dari  fosil.  Salah  satu  biomassa  yang  dapat  dijadikan  bahan  baku  dalam  pembuatan bioetanol  adalah  tepung  biji  alpukat  karena  memiliki  kandungan  pati  dan  glukosa  yang  cukup  besar. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  konsentrasi  asam  sulfat  pada  proses  hidrolisis  serta waktu  fermentasi  terhadap  kadar  etanol  yang  dihasilkan  dari  tepung  biji  Alpukat  sebagai  bahan  baku. Metode  yang  digunakan  yaitu  hidrolisis  asam  dengan  variasi  konsentrasi  Asam  Sulfat  sebesar  3%,  4%, 5%, 6%, 7% pada temperatur hidrolisis 120oC. Waktu fermentasi yang digunakan selama 72 jam, 120 jam dan 168 jam. Jenis ragi pada proses fermentasi berupa ragi roti (Saccharomyces cereviseae) dengan kadar 20% dari berat bahan baku. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kadar etanol tertinggi yang dihasilkan  terdapat  pada  metode  hidrolisis  menggunakan  konsentrasi  6%,  temperatur  120oC  dan  waktu fermentasi selama 120 jam yaitu sebesar 15,100 %.
Kata Kunci:  bioetanol,  tepung  biji  alpukat,  konsentrasi  asam  sulfat,  temperatur  hidrolisis,  waktu fermentasi
Penulis: Roosdiana Muin, Dwi Lestari, Tri Wulan Sari
Kode Jurnal: jpkimiadd140718

Artikel Terkait :