KRISTALISASI LIKOPEN DARI BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum) MENGGUNAKAN ANTISOLVENT
Abstrak: Kajian tentang
pemanfaatan likopen ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh
perbandingan umpan dengan pelarut campuran (F/S) serta penambahan metanol pada
ekstraksi likopen dari buah tomat menggunakan pelarut campuran heksana:etil
asetat (1:1) dilanjutkan dengan kristalisasi antisolvent. Dalam penelitian ini
yang digunakan adalah jus buah tomat lewat matang dengan volum 150 ml. Ekstrak
likopen diperoleh melalui metode ekstraksi pada suhu 70 o C dan kecepatan pengadukan 7 rpm. Metode
lainnya adalah kristalisasi dengan penambahan metanol sebagai antisolvent pada
ekstrak likopen dalam kondisi supersaturated. Adapun variabel berubah dari
penelitian ini adalah perbandingan umpan dan pelarut (F/S) yaitu 1:2; 1:2,5;
1:3; 1:3,5; 1:4 dan 1:4,5 dan volume metanol sebagai antisolvent yaitu 50 ml,
100 ml, 150 ml dan 200 ml. Dari hasil penelitian pengaruh perbandingan umpan
dan pelarut terhadap rendemen likopen terekstrak, diperoleh pada kondisi
optimum 1:4 dengan volume antisolvent 200 ml. Sedangkan pengaruh penambahan
metanol sebagai antisolvent dan agen presipitasi maksimum yang terbaik terjadi
pada volume 200 ml. Analisa gugus fungsi dengan menggunakan spektroskopi Fourier
Transform Infrared (FT-IR) terdeteksi gugus C=C pada panjang gelombang 1519,91
cm -1 , gugus CH 2 terdeteksi pada panjang gelombang 1446,61 cm -1 , gugus
R-CH=CH-R terdeteksi pada panjang gelombang 979,84 cm -1 . Sedangkan gugus C-C
serta C-CH terdeteksi pada panjang gelombang 1138 dan 1373,32 cm -1 .
Penulis: Deviana Christianty,
Sola Fide Gavra, Zuhrina Masyithah
Kode Jurnal: jpkimiadd150385