KARAKTERISASI BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN PEREAKSI BIOETANOL TETES TEBU
ABSTRAK: Biodiesel
merupakan bahan bakar
alternatif yang dapat
disintesis dari minyak jelantah dan alkohol melalui proses
esterifikasi. Penelitian ini menggunakan bahan dasar minyak jelantah dengan
kadar asam lemak bebas sebesar 9,16 %, dimana alkohol yang digunakan adalah bioetanol tetes
tebu. Tujuan penelitian
ini adalah untuk
mengkarakterisasi biodiesel hasil esterifikasi dan
transesterifikasi minyak jelantah
dengan hasil destilasi
bioetanol tetes tebu. Metode
penelitian yang dilakukan
adalah menggunakan perbandingan
bervariasi antara minyak jelantah dan etanol yaitu
1 : 1
(B1), 3:1 (B2),
5:1 (B3). Hasil
karakterisasi biodiesel diperoleh sesuai dengan
SNI berturut-turut untuk
densitas B1 =
860,3, B2 = 865,3 ,
B3 = 866,3
(kg/m3), Viskositas B1 = 19,138 , B2 = 24,881 , B3 = 25,359(mm2/s),
Titik NyalaB1 = 138,5, B2 = 93,5, B3 = 212,5 (0C). Titik tuang B1 =
6, B2 = 93,5, B3 = 212,5. Titik Tuang B1 = 6, B2 = 6, dan B3 = 9 (0C).
Korosi B1 = 1a, B2 = 1a dan B3 =1a. Untuk kadar air dengan hasil B1
= 0,05, B2 = trace (tidak
terdeteksi) dan B3 = 0,2
(% v/v).Biodiesel minyak
jelantah dan etanol
tetes tebu dapat terbentuk,
setelah dianalisis dengan kromatografi gas menunjukkan adanya senyawa ester (etil palmitat,
etil linoleat, etil
laurat) dengan waktu
retensi masing-masing adalah
17,0, 18,6 , 18,7 menit. Berdasarkan hasil penelitian
disimpulkan bioetanol tetes tebu dapat digunakan dalam sintesis biodiesel.
Penggunaan bioetanol tetes
tebu dalam sintesis
biodiesel diperoleh karakteristik
sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) -04-7182-2006 kecuali
viskositas.
Penulis: Sagung Ngurah Mayuni,
Ni Made Suaniti dan Ida Bagus Putra Manuaba
Kode Jurnal: jpkimiadd150286