DAYA BUNUH EKSTRAK DAUN SRIKAYA (A. squamosa L.) TERHADAP TELUR DAN LARVA A. aegypti
Abstract: ABSTRAK: Nyamuk A.
aegypti merupakan vektor utama DBD. Upaya memberantas nyamuk dewasa dengan
fogging merupakan upaya terakhir, tetapi tanpa pemberitahuan ke masyarakat
sehingga masyarakat tidak mengetahui atau belum siap. Usaha lain adalah menabur
abate tetapi air yang ditaburi abate menjadi berbau kurang sedap, dan bersifat
karsinogenik. Oleh karena itu, diperlukan insektisida alternatif yang alami dan
bersifat mudah terurai di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya
bunuh ekstrak daun srikaya terhadap
telur dan larva A. aegypti. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental
dengan menggunakan metode post test only control group design. Sampel penelitian
adalah 576 butir telur A. aegypti dan 576 ekor larva A. aegypti masing-masing
dari Instar I, II, III dan IV, jumlah dalam satu wadah 24 ekor dengan 4 kali
pengulangan dengan menggunakan konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm
dan 400 ppm. Hasil penelitian didapatkan kematian telur dengan LC50 sebesar
42,5423 ppm dan LC90 52,0052 ppm, larva instar I didapatkan LC50 sebesar
36,9248 ppm dan LC90 45,1515 ppm, larva instar II didapatkan LC50 sebesar
49,5588 ppm dan LC90 60,3818 ppm, larva instar III didapatkan LC50 sebesar
90,2210 ppm dan LC90 141,021 ppm, larva instar IV didapatkan LC50 sebesar
98,6166 ppm dan LC90 156,402 ppm. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh p<0,05
yang menunjukkan terdapat perbedaan konsentrasi yang bermakna dalam menyebabkan
kematian telur dan larva. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak
daun srikaya memiliki daya bunuh terhadap telur dan larva A. aegypti.
Penulis: Nur Vita
Purwaningsih, Made Pasek Kardiwinata, Ni Wayan Arya Utami
Kode Jurnal: jpkimiadd150283