AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA GOLONGAN FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAGING BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.)
ABSTRAK: Buah terong
belanda (Solanum betaceum Cav.) merupakan
sumber makanan yang
baik bagi kesehatan karena berpotensi
sebagai antioksidan. Antioksidan
bekerja dengan memberikan
satu elektronnya kepada
senyawa yang bersifat oksidan
sehingga aktivitasnya dapat dihambat. Ekstraksi dilakukan
dengan cara maserasi
dan partisi, pemisahan dan
pemurnian menggunakan teknik kromatografi, identifikasi senyawa dengan
spektofotometer UV-Vis dan FTIR serta
uji aktivitas antioksidan
ditentukan dengan metode difenilpikril
hidrasil (DPPH). Ekstraksi 3.950 gram
daging buah terong
belanda segar dengan
5 L etanol
70% menghasilkan 178,44
gram ekstrak etanol.
Partisi ekstrak etanol sebanyak
100 g menghasilkan
ekstrak n-heksan (0,45
g), kloroform (0,37 g) dan
n-butanol (3,39 g). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa
ekstrak n-butanol positif mengandung senyawa flavonoid. Hasil uji aktivitas antioksidan pada
ekstrak etanol dan
ekstrak n-butanol menghasilkkan
nilai IC50 sebesar 1.302,08
ppm dan 606,06 ppm. Pemisahan dan pemurnian pada
ekstrak n-butanol dengan fase gerak n-butanol : etil asetat : asam asetat 10% (2:7:1) menghasilkan
7 fraksi (F1,
F2, F3, F4, F5, F6,
F7) dan uji
fitokimia menunjukkan bahwa
fraksi F2 positif mengandung senyawa flavonoid.
Analisis inframerah menunjukkan isolat F2 mengandung gugus fungsi –OH, C=O, C-O,
C=C aromatik, CH aromatik dan CH alifatik. Analisis isolat dengan UV-Vis
menghasilkan 2 peak pada λ 322 nm
(pita I) dan
λ 285 nm
(pita II) yang diduga senyawa
golongan flavanon atau
dihidroflavonol. Penambahan pereaksi
geser mengindikasikan senyawa yang terdapat dalam isolat diduga golongan
flavanon dengan kemungkinan substituen gugus hidroksi pada atom C-2’, C-5’,
C-6’dan gugus O-glikosida pada atom C-7.
Penulis: Ida Ayu Raka Astiti
Asih, I Wayan Sudiarta, dan Ade Ayu Wulan Suci
Kode Jurnal: jpkimiadd150325