UPAYA MEMPEROLEH BIBIT SUWEG {Amorphophallus paeoniifolius(Dennst.) Nicolson} MELALUI STEK UMBI DAN STEK RACHIS YANG DIMANIPULASI DENGAN ZAT PENGATUR TUMBUH
ABSTRAK: Suweg {Amorphophallus paeoniifolius
(Dennst.) Nicolson} berpotensi
untuk dikembangkan sebagai
bahan pangan alternatif
Indonesia. Hambatan dalam pengembangannya adalah perbanyakannya, yaitu sulit menentukan lama dormansi
umbi dan lambatnya siklus
tumbuh. Penelitian ini bertujuan
untuk melakukan perbanyakan
suweg menggunakan stek
umbi dan stek
rachis yang dimanipulasi dengan
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT), yakni dengan mematahkan dormasi umbi dan
mendapatkan metode perbanyakan yang efektif dan efisien. GA3 10 ppm, GA3
20 ppm, IBA 10
ppm,
IBA 20 ppm,
BAP 10 ppm,
BAP 20 ppm
dan air (kontrol),
dengan atau tanpa
dilapisi abu gosok, digunakan dalam perbanyakan dengan
umbi (irisan umbi yang mengandung mata tunas dan anak umbi). BAP 1 ppm, NAA 1 ppm, BAPNAA 1-1
ppm, Rootone-F 1600
ppm digunakan dalam
perbanyakan rachis (R1,
R2 dan R3).
Perbanyakan dengan umbi menunjukkan perlakuan ZPT menghasilkan jumlah
mata tunas yang tidak berbeda. Anak umbi memberikan hasil perkecambahan lebih
banyak dibanding dengan irisan umbi
yang mengandung mata
tunas. Anak umbi dengan
perlakuan GA3 menghasilkan
perkecambahan mata tunas
paling banyak. Tidak ada
perlakuan yang berpengaruh dalam perbanyakan rachis. Penggunaan Rootone-F
dengan dosis yang lebih rendah, ZPT BAP,
NAA, dan kombinasinya (BAP-NAA) dosis tinggi, stek rachis yang berasal dari
tanaman muda merupakan bahan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
Penulis: Ria Cahyaningsih dan
Hartutiningsih-M Siregar
Kode Jurnal: jpbiologidd130681