KERAGAAN PEMIJAHAN ANTAR TIGA STOK UDANG HUNA MERAH (Cherax quadricarinatus von Martens)

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai keragaan hasil pemijahan tiga stok udanghuna merah (Cherax quadricarinatus  von Martens).Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Bogor. Sembilan populasi udang huna  merah  diperoleh  dari  hasil  pemijahan  stok  yang dikoleksi  dari  Jakarta,  Bali  dan  Sukabumi.  Hasil  yang  diperoleh  menunjukkan, pemijahan antara induk betina Bali dengan jantan Jakarta menghasilkan rata-rata jumlah larva per ekor  induk dan jumlah larva per satuan bobot induk tertinggi dibandingkan lainnya, namun tidak ada perbedaan nyata pada seluruh parameter pertumbuhan benih yang dihasilkan. Nilai heterosis tertinggi untuk karakter jumlah larva, dihasilkan dari persilangan antara Bali dan Jakarta (25,8%), sedangkan persilangan antara Bali dengan Sukabumi memberikan heterosis negatif (-17,6%). Berdasarkan hasil perhitungan pada karakter rataan jumlah larva per satuan bobot induk, nilai heterosis tertinggi dihasilkan pada persilangan antara Bali dengan Sukabumi (98,4%). Nilai heterosis untuk karakter panjang akhir dan bobot akhir menunjukkan hasilyang rendah, sedangkan untuk parameter laju pertumbuhan spesifik panjang dan bobot, menunjukkan  hasil  negatif.   Secara  umum,  kegiatan  hibridisasi  yang  dilakukan  tidak  memberikan  efek  heterosis  positif  yang  signifikan kecuali untuk parameter jumlah larva per satuan bobot induk.
Kata kunci: Huna merah, (Cherax quadricarinatus von Martens), hibridisasi, heterosis, jumlah larva,pertumbuhan
Penulis: Otong Zenal Arifin dan Titin Kurniasih
Kode Jurnal: jpbiologidd130682

Artikel Terkait :