Studi Tentang Ekologi dan Habitat Planaria, Sp. di Subang: Kelimpahan dan Biomassa Merupakan Indikator Kualitas Air Bersih
Abstrak: Keberadaan
Planaria sp. di
Bukit Tunggul (Lembang)
semakin langka selama
10 tahun terakhir. Hewan
ini sangat sensitif terhadap pencemaran air. Selain itu pula
jumlah hewan ini juga berkurang yang
diakibatkan oleh adanya
perubahan tata guna
lahan dan perubahan
iklim secara global. Selain berperan sebagai bioindikator perairan
bersih, spesies ini juga merupakan salah
satu media untuk pembelajaran
di materi Sekolah
Menengah maupun di
tingkat Universitas. Dengan kepentingan tersebut,
perlu dikaji keberadaan Planaria sp
di lingkungan dengan
mempelajari karakteristik habitat dan ekologi Planaria sp. Oleh sebab
itu, maka dilakukan penelitian di Panaruban Subang, yang
diasumsikan jauh dari
sumber pencemaran air.
Lokasi penelitian hanya
terbatas di Curug Cimuja,
Karembong, Sawer dan
Goa Badak, yang
memiliki rona lingkungan
yang berbeda. Pengukuran meliputi
kualitas air secara fisik-kimia, pemanfaatan tata guna lahan dan faktor
klimatik di tiga lokasi selama 3 kali dengan selang waktu satu bulan.
Pengukuran kualitas air meliputi kecepatan arus, pH, DO, turbiditas,
konduktifitas, kandungan ammonia, nitrat, nitrit dan fosfat. Sedangkan faktor klimatik meliputi
intensitas cahaya dan
curah hujan. Penghitungan Planaria sp. dilakukan dengan kuadrat 1x1
m secara stratified random
sampling. Pengamatan
meliputi penghitungan jumlah
dan berat biomassa untuk
mengetahui pengaruh faktor
lingkungan terhadap kelimpahan
dan biomassa Planaria sp.
Dapat disimpulkan bahwa
lingkungan fisik merupakan
faktor pembatas terhadap kelimpahan dan biomassa Planaria sp.
Penulis: Hertien Koosbandiah
Surtikanti dan Ulfah Bahabazi
Kode Jurnal: jpbiologidd130662