Efek Histopatologis Insektisida λ-Cyhalothrin terhadap Insang, Hati, dan Usus Halus Ikan Nila (Oreochromis niloticus L., 1758)

Keywords: λ-cyhalothrin, Tilapia (Oreochromis niloticus), gills, liver, small intestine Abstrakλ-cyhalothrin merupakan insektisida phyrethroid yang dapat mencemari lingkungan perairanan mengakibatkan  efek sublethal  maupun  lethal  pada  organisme  non  target  seperti  ikan  nila. Penelitian  ini  bertujuan  untuk mempelajari  LC50  96  jam dan  efek  histopatologis λ-cyhalothrin terhadap  insang, hati, dan usus  halus ikan  nila.  Pada  penelitian  ini ikan nila dibagi  ke  dalam kelompok kontrol dan perlakuan dengan konsentrasi λ-cyhalothrin 3, 6, 9, dan 12 µg/L. Perlakuan menggunakan sistem statik selama 96 jam. Nilai LC50 96 jam danalisis menggunakan regresi linier. Efek histopatologis organ dianalisis secara deskriptif komparatif. Sediaan  histologis organ dibuat dengan  metode parafin,  fiksatif  larutan Bouin,  dan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Berdasarkan hasil  penelitian  LC50 96  jam λ-cyhalothrin terhadap  ikan  nila  sebesar  6,519  µg/L.  Kerusakan struktur  histologis pada  insang  berupa  hiperplasia,  nekrosis,  edema,  fusi  lamela  sekunder, pengangkatan  sel  epitel  lamela,  serta  dilatasi  lamela  primer.  Kerusakan  pada  hati  meliputi hemoragi,  intravaskular  hemolisis, piknosis, dan  infiltrasi leukosit. Kerusakan pada  usus  meliputi degenerasi lemak, edema, infiltrasi leukosit, hemoragi, bengkak keruh,  vakuolisasi, nekrosis, dan atropi vili. Tingkat kerusakan insang, hati, dan usus ikan nila mulai dari ringan hingga berat. Oleh karena  itu, dapat  disimpulkan  bahwa λ-cyhalothrin menyebabkan  efek  histopatologis  terhadap insang, hati, dan usus halus ikan nila.
Kata kunci:  λ-cyhalothrin, ikan nila (Oreochromis niloticus), insang, hati, usus halus
Penulis: Siwi Dwi Rahayu, Zeyna Listy Zulfatin, dan Ardaning Nuriliani
Kode Jurnal: jpbiologidd130661

Artikel Terkait :