Kajian Etnobotani Mayarakat Adat Kampung Pulo di Kabupaten Garut

Abstrak: Etnobotani  sangat  penting  dipelajari  oleh  masyarakat  Indonesia  karena  pemanfaatan tumbuhan  secara  tradisional  oleh  suku-suku  bangsa  di  Indonesia  masih  banyak  yang  belum diketahui. Salah satu dari masyarakat adat itu adalah Masyarakat Adat Kampung Pulo yang terdapat di Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, pemanfaatan dan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat adat Kampung Pulo. Metode yang digunakan adalah survei dan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara eksploratif yaitu wawancara dengan kuisioner dan pengamatan langsung di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis secara  deskriptif  mengenai  keanekaragaman  tumbuhan,  pemanfaatan,  bagian  yang  dimanfaatkan, dan cara penggunaanya oleh masyarakat adat Kampung Pulo. Dari hasil penelitian telah ditemukan sebanyak  93  spesies  tumbuhan  yang  termasuk  ke  dalam  42  familia  yang  dimanfaatkan  oleh masyarakat  adat  Kampung  Pulo.  Spesies  yang  paling  sering  dimanfaatkan  diantaranya Areca catechu L., Arenga  pinnata (Wurmb)  Merr.,  Cocos  nucifera L., Carica  papaya L., Sauropus androgynus (L.) Merr., Gigantochloa verticillata (Willd) Munro, Oryza sativa L., Curcuma domestica L., Kaempferia  galanga L.  dan  Zingiber  Officinale  Roscc..  Masyarakat  adat  Kampung  Pulo memanfaatkan tumbuhan dalam berbagai macam seperti bahan pangan, papan, perlengkapan, obat, kosmetika,  ritual,  bahan  pewarna,  dan  upacara  adat.  Bagian  tumbuhan  yang  sering  dimanfaatkan secara berturut-turut adalah buah, daun, batang, bunga, umbi, rimpang dan akar.
Kata kunci: pemanfaatan, tumbuhan, masyarakat adat Kampung Pulo, Garut
Penulis: Nurlina Ramdianti, Hexa Apriliana Hidayah, dan Yayu Widiawati
Kode Jurnal: jpbiologidd130660

Artikel Terkait :