EVALUASI PELAKSANAAN PINJAMAN DANA BERGULER PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN DI KELURAHAN SIANTAN HULU KECAMATAN PONTIANAK UTARA
Abstract: Permasalahan dalam
penelitian ini adalah terjadi tunggakan dalam pengembalian pinjaman dana
bergulir, kurang tepatnya waktu pelaksanaan dan penangihan kegiatan pinjaman
dana bergulir, serta tidak ditegakkan sanksi bagi KSM (Kelompok Swadaya
Masyarakat) yang mengalami kemacetan dalam pengembalian dana bergulir.
Penyelenggaraan kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Walikota Pontianak Nomor
31.1/BAPPEDA/Tahun 2012, Tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pelaksana Program
(TKKP) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP)
Kota Pontianak. Penelitian ini dengan menggunakan Teori dari Willian N. Dunn
(dalam Nugroho 2004:186) tentang evaluasi kinerja kebijakan yaitu efektivitas,
efesiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Metode yang
digunakan adalah metode kualitatif dengan penelitian deskriptif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kurangnya koordinasi antara unit pengelola
keuangan dan para peminjam pinjaman dana bergulir pada waktu sosialisasi awal.
Kurang lancar atau tidak lakunya usaha yang dilakukan oleh peminjamn dan dana
masih kurang mencukupi bagi para peminjam. Sanksi bagi peminjam yang mengalami
tunggakan tidak diterapkan. Dan tidak meratanya masyarakat didaerah tersebut
mendapatkan pinjaman dana bergulir sehingga waktu penagihan mengalami
permasalahan dikarenakan masyarakat yang mendapatkan pinjaman bukan masyarakat
asal daerah tersebut. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pinjaman dana bergulir,
masyarakat belum benar-benar merasakan hasil yang benar-benar berpengaruh langsung
untuk peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. Saran yang dapat penulis
berikan ialah pelaksana kegiatan pinjaman dana bergulir dapat dilaksanakan
tepat pada waktunya dan benar-benar memahami pengertian dan tujuan dari
kegiatan pinjaman dana bergulir. Diharapkan meningkatkan koordinasi antara
implemetor dengan para peminjam serta dapat bersosialisasi dengan baik dengan
peminjam kegiatan pinjaman dana bergulir. Sanksi yang seharusnya diberikan
kepada peminjam yang mengalami penunggakan dapat diterapkan dengan tegas agar
para peminjam memiliki tanggung jawab sebagaimana mestinya.
Penulis: SITI RISKY YANTI
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd160214