PENGORGANISASIAN PROGRAM PEMBELAJARAN PAKET C “SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KOTA PONTIANAK” DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT KOTA PONTIANAK
Abstract: Permasalahan dalam
penelitian ini adalah kemampuan Sanggar Kegiatan Belajar dalam melaksanakan
tugas yang masih belum optimal seperti warga belajar yang jarang hadir, modul
belajar yang sangat minim, warga belajar lebih memilih untuk bekerja dan hanya
mengharapkan ijasah, ruang kelas yang tidak layak kursi dan meja banyak rusak.
Hal ini yang menyebabkan kegiatan pengorganisasian di Sanggar Kegiatan Belajar
Kota Pontianak masih kurang berhasil. Teori yang digunakan mengacu kepada
Standart Minimal Manajemen Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) dari Balai
Pengembangan Kegiatan Belajar Pontianak Tahun 2001. Dengan beberapa aspek
kegiatan yaitu penyiapan, penataan, penggerakan, pemanfaatan, dan koordinasi.
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yang mengeksplorasi
fakta dan data objek dilapangan secara nyata dengan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan5aspekdalam kegiatan yaitu penyiapan, penataan
penggerakan, pemanfaatan, pengkoordinasian. Kegiatan penyiapan yang masih
kurang optimal diantaranya menyiapka ruang kelas yang mana kursi dan meja
banyak rusak, menyiapkan pamong belajar yang mana pamong rata-rata bukan
berasal dari tenaga pendidik dan kurang kompetensi dalam mengajar, menyiapkan
Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang tidak sepenuhnya dilakukan. Kegiatan penataan
yang masih kurang baik seperti penataan ruang kelas dengan bangku dan kursi
yang tidak layak guna,jadwal pembelajaran yang kurang efektif, modul atau bahan
belajar yang kurang, media pembelajaran masih kurang memadai.karena lebih
terfokus pada buku, pengelolaan pembelajaran juga masih kurang karena jarangnya
pertemuan didalam kelas. Kegiatan penggerakan berkaitan dengan keterampilan
warga belajar/pembelajaran life skill (keecakapan hidup) dan peningkatan
motivasi belajar, pengembangan aspek pengetahuan dan sikap pada kegiatan
keterampilan banyak diminati warga belajar tapi pada motivasi dan sikap warga
belajar masih kurang dan harus dibenahi. kegiatan pemanfataan berkaitan dengan
kegiatan pengembangan melalui kegiatan keterampilan/kecakapan hidup yang menghasilkan
karya-karya yang berguna, pada kegiatan koordinasi seperti di adakannya rapat
insidental ataupun rapat bulanan yang dilakukan kepala Sanggar Kegiatan
Belajar, pamong belajar, dan koordinator paket c yang dianggap masih berjalan
dengan baik. Menyikapi fenomena yang ada disarankan pada penelitian ini adalah
perlu memperbaiki fasilitas program pembelajaran dan peningkatan dalam
pelaksanaan program pembelajaran paket c yang lebih baik.
Penulis: SRI WAHYUNI
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd160215