URGENSITAS TARJÎH DALAM ISTINBÂTH HUKUM ISLAM

Abstrak: Tarjîh merupakan salah satu perangkat metode istinbâth hukum Islam.  Metode  ini  diformulasikan  oleh  ulama  ushul  fiqh  guna menemukan  titik  terang  dalam  menetapkan  hukum  Islam  di antara  dalil-dalil  yang  berta’ârudl.  Eksistensi  metode  ini  sangat penting dalam rangka memilah dan memilih dalil al-Qur‟an dan Hadits  yang  râjih  di  antara  beberapa  dalil  lain  yang  berkaitan dengan  suatu  persoalaan  hukum.  Oleh  karena  itu,  kalangan ulama‟  ushul  al-Hanafiyyah,  al-Mâlikiyyah,  al-Syâfi’iyyah,  al-Hanâbilah  dan  al-Zhâhiriyyah  merumuskan  langkah-langkah yang  mesti  ditempuh  untuk  memecahkan  kebuntuan  dalam dalil-dalil  yang  ber-ta’ârudl.  Kalangan  al-Hanafîyyah  menempuh empat cara untuk mencairkan dua atau beberapa dalil al-Qur‟an dan  Hadits  yang  bertentangan,  yaitu  pertama,  al-naskh (menghapus,  membatalkan),  kedua,  al-tarjîh  (menguatkan, mengunggulkan),  ketiga,  al-jam’  wa  al-tawfîq  (menggabung  dan mengkompromikan)  dan  terakhir  tasâquth  al-dalîlaiyn (menggugurkan  dan  beralih  pada  dalil  lain).  Sedangkan, metode-metode  penyelesaian  dalil-dalil  bertentangan  yang digunakan  kalangan  al-Mâlikiyyah,  al-Syâfî’iyyah,  al-Hanâbilah dan  al-Zhâhiriyyah  adalah  pertama,  al-jam’  wa  al-tawfîq  bayn  al-muta’âridlayn  bi  wajh  maqbûl  (mengumpulkan  dan  mengkom promikan dalil-dalil yang bertentangan sekalipun dari satu sisi), kedua,  al-tarjîh,  ketiga,  al-naskh  dan  tasâquth  al-dalîlayn.  Tarjîh dapat  dilakukan  dengan  mempertimbangkan  beberapa  segi, yaitu  a.  Sanad  (mata  rantai  perawi  Hadits),  b.  Matan  (teks Hadits), c. Hukum yang dikandung nash (ayat atau Hadits) dan d.  Pentarjîhan dari dalil lain.
Kata Kunci: al-Qur‟an, Hadits, ta’ârudl al-adillah, tarjîh, hukum Islam
Penulis: Ainol Yaqin
Kode Jurnal: jphukumdd150922

Artikel Terkait :