UNIVERSALITAS DAN LOKALITAS HUKUM ISLAM

Abstrak: Hukum Islam  memiliki dua  dimensi:  universal dan lokal. Dalam pemikiran hukum Islam kontemporer terdapat dua kecenderungan  yang  saling  tarik-menarik  antara  lokalitas hukum Islam dan universalitas hukum Islam. Dampaknya ada dua kemungkinan, kemutlakan dan kenisbian hukum Islam.  Wacana  hukum  secara  luas  mendapatkan  keda lamannya  akhir-akhir  ini  dengan  perkembangan  penge tahuan dan penggunaan berbagai pendekatan dalam studi hukum  Islam.  Hukum  Islam  yang  berlaku    universal  di sebut syari’ah.  Hukum syari’ah ini adalah ketentuan-keten tuan Allah SWT  yang diproduksi dari teks-teks yang ber kualitas  qath’î  baik  dari  segi  eksistensi  maupun  pemak naannya  tanpa  intervensi    rasio  (ra’y)  manusia  karena teks-teks  semacam  ini  bukan  obyek  ijtihad.  Adapun hukum  Islam  yang  bersifat  lokal  disebut  fiqh,  yaitu  hukum-hukum  yang  diproduksi  dari  teks-teks  yang  berku alitas  zhannî  dan  menjadi  obyek  ijtihad.  Karena  fiqh merupakan  hasil  ijtihad  maka  tidak  mengherankan apabila  dalam  hal  ini  terdapat  banyak  aliran  atau madzhab.  Karena  itu,  tulisan  ini  menempatkan  isu  ini secara  berimbang  untuk  menemukan  landasan  di  antara kecenderungan  pemikiran  kontemporer  hukum  Islam. Dengan  demikian  fokus  tulisan  ini,  diharapkan  dapat menjelaskan  kepada  kita  tentang  batas  universalitas  dan lokalitas hukum Islam.
Kata Kunci: Hukum Islam, syari`ah, fiqh, universalitas, lokalitas
Penulis: A. Malthuf Siroj
Kode Jurnal: jphukumdd150920

Artikel Terkait :