TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP PERKELAHIAN DAN PENGEROYOKAN PADA ACARA HIBURAN ORGAN TUNGGAL (Studi di Bandar Lampung)
Abstrak: Peredaran minuman
keras pada lokasi hiburan organ tunggal cukup memperihatinkan. Pengunjung organ
tunggal rata-rata adalah laki-laki yang dominan berusia remaja dan biasanya
tamatan sekolah menengah pertama. Berkelahi dalam acara yang bersifat hiburan
dan dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan melukai orang lain adalah
perilaku menyimpang. Permasalahan dalam skripsi ini adalah apakah faktor penyebab perkelahian dan
pengeroyokan pada acara hiburan organ tunggal di Bandar Lampung dan
bagaimanakah upaya penanggulangan perkelahian dan pengeroyokan pada acara
hiburan organ tunggal di Bandar Lampung.pendekatan masalah yang digunakan untuk
menjawab permasalahan tersebut yaitu
pendekatan secara yuridis
normatif, dan secara yuridis empiris. Berdasarkan hasil
penelitian dan pembahasan faktor penyebab terjadinya perkelahian dan
pengeroyokan pada acara hiburan organ tunggal di Bandar Lampung adalah faktor
intern dan ekstern. Faktor internal : agresivitas akibat penyalah gunaan
alkohol, kurangnya kepatuhan hukum, rendahnya budi pekerti (pengetahuan).
Faktor eksternal : pembiaran oleh polisi, kemiskinan, lingkungan, waktu hiburan
yang hingga dini hari. Upaya penanggulangan perkelahian dan pengeroyokan pada
acara hiburan organ tunggal di Bandar Lampung adalah melalui upaya penal
dan non penal. Upaya penal dilakukan
dengan cara melakukan tindakan represif terhadap pelaku perkelahian dan
pengeroyokan pada acara hiburan organ tunggal (menangkap, mengadili, serta
membinanya dalam Lembaga Pemasyarakatan). Upaya non penal yang dilakukan adalah
Melakukan prosedur pengawasan sesuai izin yang diberikan. Penempatan
polisi sebagai pengawas
(Intelpampol) serta melakukan
koordinasi dan komunikasi yang
baik antara polisi dan pihak penanggung jawab hiburan.
Penulis: I Putu Budhi Yasa
Kode Jurnal: jphukumdd150817