RITUAL ALIRAN MUSIK BLACK METAL UNDERGROUND PADA BAND JAHANAM DALAM PERSPEKTIF SEMIOTIKA
Abstrak: Beragam aliran genre
musik metal yakni diantaranya Thrash metal, Death metal, Grindcore, Metalcore,
Deathcore, Progressiv metal, Folk metal, Matchcore, Alternative metal, Ghotic
metal, dan Black metal memiliki keunikan dalam menciptakan alunan lagu dan
seperti halnya aliran musik Black metal yang dikenal sebagai musik satanik
memiliki ritual pemujaan dengan menggunakan kelinci sebagai hewan pemujaan.
Dengan menggunakan perspektif Ferdinand de Saussure tersebut dapat dipahami
bahwa alat ritual yang dilakukan oleh Band Jahanam asal Kota Mojokerto memiliki
makna sebagai sistem tanda ditinjau dari aspek penanda dan petanda serta
penggabungan dari konsep sakral dan
profane Emile Durkheim yang terdapat sebuah kesakralan dari alat ritual
tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis semiotika
sebagai pendekatan yang bertujuan untuk menjelaskan makna tanda pada alat-alat
ritual tersebut. Dari alat ritual dapat disimpulkan bahwa setiap alat-alat yang terdapat dalam ritual aliran musik Black
metal pada band Jahanam memiliki sebuah makna yang tidak hanya untuk
mengkomunikasikan melainkan memaknai sesuai dengan sistem terstruktur dari
tanda. Alat-alat ritual yang terdiri dari kostum, aksesoris, kelinci, bunga,
dan dupa sebagai wujud penyempurnaan dalam ritual terdapat sisi ritus. Setiap
simbol yang dipergunakan dalam ritus, memiliki makna penanda dan petanda
sebagai wujud dari kegelapan yang tampak dalam alat ritual tersebut.
Penulis: NUR LIZA, Moh.
Mudzakkir
Kode Jurnal: jpsosiologidd160064