PRAKTIK SOSIAL PESERTA DIDIK DALAM MEMASUKI SMA NEGERI 1 KEDUNGWARU DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK: Banyak khalayak yang
lebih memilih sekolah favorit daripada sekolah reguler. Oleh karena itu, untuk
memasuki sekolah tersebut pun harus memiliki habitus, ranah dan modal.
Sehingga, akan menghasilkan suatu praktik sosial peserta didik dalam memasuki
sekolah favorit yaitu SMA Negeri 1 Kedungwaru di Kabupaten Tulungagung.Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik sosial peserta didik dalam
memasuki SMA Negeri 1 Kedungwaru yang memiliki predikat sebagai sekolah
berlabel favorit. Pendekatan dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan
strukturalis genetis Pierre Bourdieu dengan menggunakan konsep teori (Habitus x
Modal) + Ranah = Praktik. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa tidak semua
siswa yang masuk di SMA Negeri 1 Kedungwaru adalah siswa yang benar-benar
memiliki prestasi. tidak sedikit dari mereka, menggunakan berbagai cara dengan
memaksimalkan modal yang dimiliki untuk mencapai tujuannya. Terdapat tiga jalur
yang dilakukan siswa dalam memasuki SMA Negeri 1 Kedungwaru, yaitu: (1) Jalur
prestasi atau undangan, di mana siswa menonjolkan modal budaya yang dimiliki.
(2) Jalur suap, siswa menggunakan modal ekonomi berupa uang. (3) Menggunakan
jaringan sosial, siswa menggunakan pihak pembantu yang memiliki jabatan penting
untuk mencapai tujuannya. Ketiga jalur tersebut tentunya akan berpengaruh terhdaap
prestasi dan hubungan siswa dengan lingkungan sekolahnya. Bagi siswa yang
memiliki modal budaya yang lebih, maka siswa selalu aktif dalam berbagai
kegiatan dan dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan warga sekolah,
sedangkan bagi siswa yang tidak memiliki modal budaya, maka siswa tidak
memiliki prestasi dan hubungan yang baik dengan warga sekolah.
Penulis: PITRIA UTAMI, ARIEF
SUDRAJAT
Kode Jurnal: jpsosiologidd150561