Pesantren Waria dan Konstruksi Identitas
ABSTRAK: Tulisan ini
menjelaskan bagaimana waria memandang
dirinya melalui masyarakat dan
bagaimana pula sebaliknya
masyarakat memandang identitas waria.Pada realitanya
waria masih mendapatkan
perlakuan diskriminatif karena identitasnya dipandang
sebagai suatu penyimpangan.
Pandangan ini berakibat pada penempatan
waria sebagai kaum
subaltern atau termarjinalkan, akan tetapi
masyarakat sudah mulai
terbuka dan menerima
waria karena dilihat
dari individunya bukan dari identitasnya, namun masyarakat sebagian
besar belum bisa menerima identitasnya
sebagai waria. Waria
melakukan berbagai cara
agar bisa diterima masyarakat salah satunya melalui pesantren. Pesantren
sebagai alat untuk merekonstruksi identitas waria yang memberikan gambaran
tentang image waria yang positif.
Keberadaan pesantren khusus
waria berhasil merekonstruksi identitas waria
dengan menciptakan konstruksi
baru yang mampu
memberikan gambaran kepada masyarakat
bahwa waria memiliki
sisi positif dan
masyarakat menyakini adanya perbedaan tingkah laku antara waria yang di
pesantren dengan waria yang tidak ikut pesantren.
Penulis: Umi Latiefah
Kode Jurnal: jpsosiologidd130429