PEREMPUAN MADURA PESISIR MERETAS BUDAYA MODE PRODUKSI PATRIARKAT
Abstrak: Dalam rumah
tangga, perempuan memberikan
semua pelayanan untuk suami,
anak-anak, dan anggota
keluarga lainnya dan
di luar rumah
tangga, laki-laki
mengendalikan dan membatasi peran
publik perempuan. Fenomena ini
oleh mode produksi
patriarkat yang merugikan
kaum perempuan. Peran perempuan dibatasi
pada tugas-tugas domestik,
yaitu sekitar “sumur,
dapur dan kasur”. Peran
ini dianggap sebagai
hal ideal bagi
seorang perempuan. Walau masih
berakar kuat pada
sebagian masyarakat, paradigma
ini mulai ditolak seiring dengan gerakan emansipasi wanita. Sebagaimana
yang terjadi pada masyarakat Branta
Pesisir, keterlibatan istri
nelayan mereka dalam wilyah
publik sudah mentradisi
secara turun tenurun.
Tulisan ini mengekplorasi bagaimana
mereka menabrak ortodoksi
dan menakar realitas dengan meretas budaya produksi
patriarkat.
Penulis: Achmad Mulyadi
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd110225