PEREMPUAN MADURA DI ANTARA POLA RESIDENSI MATRILOKAL DAN KEKUASAAN PATRIARKAT
Abstrak: Dalam kajian
antropologis, pola menetap
setelah kawin (post-marital
residence) menjadi bidang yang menarik untuk dikaji. Dalam hal ini
terdapat sebuah teori yang disebut sebagai
main sequence kinship theory (teori kekeluargaan rangkaian utama), yakni
pola dalam post-marital
residence yang berbeda
menghasilkan susunan
kekerabatan dan pola
kekuasaan yang berbeda.
Pola residensi matrilokal
selalu ditemukan dalam
sistem kekerabatan matrilineal
dan relasi kekuasaan
yang bersifat matriarkat.
Sebaliknya, pola residensi
patrilokal selalu ditemukan dalam
sistem kekerabatan patrilineal
dan relasi kekuasaan
yang bersifat patriarkat. Rangkaian pola yang demikian telah ditemukan
di beberapa tempat. Namun demikian,
pola rangkaian tersebut
tidak terjadi di
Madura. Masyarakat Madura menganut
pola redisensi matrilokal,
tetapi pola kekuasaannya
bersifat patriarkhal dan
sistem kekerabatannya bersifat
bilateral. Kombinasi pola yang demikian terjadi karena adanya negosiasi
antara adat dan hukum Islam.
Penulis: Mohammad Hefni
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120231