PARADIGMA DAN STRATEGI DAKWAH HUMANIS PADA KOMUNITAS MINORITAS (Studi Kasus Kaum Waria di Kota Kudus)

Abstrak: Keberadaan  komunitas  di  manapun  jika  eksistensinya  tidak sebagaimana  kondisi  lingkungannya,  terutama  komunitas  minoritas selalu mendapat respon minor dari komunitas mayoritas. Hal ini dialami komunitas  waria.  Waria  dipandang  negatif  karena  ketidaklaziman mereka  dalam  berperilaku  hidup.  Tulisan  ini  berusaha  merumuskan model dakwah humanis yang tidak menafikan keberadaan komunitas waria  sebagai  obyek  dakwah  (mad’u>).  Berpijak  dari  hasil  penelitian tentang  potret  waria  di  Kudus,  Jawa  Tengah,  penulis  menyatakan bahwa  jika  pemikiran  untuk  memosisikan  waria  secara  proporsional terlewatkan  atau  komunitas  waria  tidak  menjadi  komunitas  yang dipertimbangkan  untuk  didakwahi  (sebagai  mad’u>),  maka  kita  pada dasarnya telah melewatkan karakter humanis dari dakwah itu sendiri. Keberadaan  waria  dalam  beragama  tidak  bedanya  komunitas  non-waria  yakni  perlu  sentuhan  nilai  keagamaan  oleh  da’i.  Penafian keberadaan waria sebagai manusia (karakter humanis) pada dasarnya bertentangan  dengan  amanat  UU  Nomor  39  Tahun  1999  tentang HAM.  Dalam  hal  ini,  diperlukan  pendekatan  dakwah  humanis  yang memanusiakan manusia, termasuk waria.
Kata Kunci: dakwah, humanis, da’i, waria, Kudus
Penulis: Moh. Rosyid
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120186

Artikel Terkait :