METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN POSISI MATAHARI (Rasydhul Qiblah Harian Sebagai Metode Mengukur Arah Kiblat)

Abstrak: Penelitian  tentang  metode  penentuan  arah  kiblat  sudah  banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Tapi penelitian yang dilakukan belum dikaji secara mendalam pada satu fokus kajian tertentu. Padahal jika  dicermati,  menghadap  kiblat  merupakan  kewajiban  mutlak bagi  setiap  muslim.  Sebab  menghadap  kiblat  terkait  erat  dengan pelaksanaan  ibadah  shalat  yang  merupakan  bagian  dari  salah  satu rukun Islam. Dapat dikatakan tidak sah ibadah shalat seseorang ketika dilaksanakan  dalam  posisi  tidak  menghadap  kiblat.  Pengambilan sampel  dalam  penelitian  ini  menggunakan  teknik  purposivve area  sampling,  dimana  sampel  berdasarkan  pertimbangan tertentu  selain  berdasarkan  area,  karena  wilayah  Indonesia dibagi  menjadi  tiga  wilayah  waktu,  maka  ketiga  wilayah tersebut  dijadikan  sampel  populasi,  sedangkan  daerahnya diambil  secara  purposive  dengan  mempertimbangkan  aspek letak geografis, yakni lintang dan bujur. Berdasarkan penelitian yang  dilakukan,  maka  dapat  diketahui  bahwa  rasydhul  qiblah harian  tidak dapat dikonversi karena perbedaan waktu relatif besar,  rasydhul  qiblah  harian  dapat  dibuat  jadwal  tetap sebagaimana  jadwal  sholat,  posisi  matahari  dalam  arti  jarak matahari  dari  khatulistiwa  sangat  berpengaruh  terhadap  saat atau  waktu  sinar  matahari  tepat  mengarah  ke  arah  kiblat (rasydhul qiblah), sementara letak geografis pengaruhnya ada namun relatif kecil.
Kata kunci:  Rasydhul  qiblah,  posisi  matahari,  arah  kiblat, masjid, kakbah
Penulis: A. Jamil, Sakirman, dan Nurhayatun Mukminin
Kode Jurnal: jphukumdd150885

Artikel Terkait :