KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PENDERITA KUSTA

Abstrak: Minimnya informasi yang benar mengenai penyakit kusta, membuat masyarakat menganggap penyakit tersebut sebagai penyakit kutukan, keturunan, hingga penyakit menular yang tidak dapat disembuhkan. Pandangan negatif tersebut membuat penderita kusta harus kehilangan pekerjaan dan menjadi tuna sosial. Dengan begitu, pandangan masyarakat merupakan faktor yang sangat penting dalam upaya pemberantasan penyakit kusta di Dalpenang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konstruksi sosial Berger. Analisis data dilakukan sesuai dengan teori konstruksi sosial Berger dimana konstruksi sosial dapat dipahami melalui identifikasi eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya konstruksi yang berbeda dari setiap individu sesuai dengan tingkatan informasi dan pengalaman yang dimiliki. Pertama, masyarakat mengkonstruksi penderita kusta sebagai seorang yang terkena kutukan. Kedua, penderita kusta sebagai penderita penyakit keturunan. Ketiga, penderita kusta sebagai penderita penyakit menular yang sangat berbahaya. Keempat, masyarakat mengkonstruksi penderita kusta sebagai penderita penyakit menular yang dapat disembuhkan.
Kata Kunci: konstruksi sosial, penderita kusta
Penulis: FITHRI MUTAAFI, PAMBUDI HANDOYO
Kode Jurnal: jpsosiologidd150601

Artikel Terkait :