Habitus Cangkruan Mahasiswa Bawean di Surabaya Dalam Diskursus Pembangunan

Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai fenomena habitus cangkruan mahasiswa Bawean di Surabaya yang terbentuk dalam sebuah diskursus pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji terbentuknya habitus mahasiswa Bawean di Surabaya dalam diskurus pembangunan. Teori yang digunakan adalah teori habitus dari Pierre Bourdieu dan Diskursus dari Michel Foucault dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis diskursus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Cangkruan yang dilakukan oleh Mahasiswa Bawean di Surabaya adalah cangkruan solidaritas mekanis yaitu lebih mengedepankan persaudaraan. Cangkruan yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa Bawean di Surabaya di dasarkan silaturrahmi dan agar dapat saling melindungi antar mahasiswa Bawean. Diskursus pembangunan yang menjadi bahan diskusi oleh mahasiswa Bawean  dalam hal ini adalah diskursus pembangunan yang ada di Bawean yang mencakup enam  poin, yaitu jalan lingkar Bawean, Transportasi laut yaitu Kapal, Bandara Perintis, POM Bensin, PLN dan pembangunan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah). Diskursus Pembangunan yang terjadi pada kalangan mahasiswaBawean dapat dikatakan sangat ideologis. Hal itu terbukti dengan diskursus-diskursus yang digunakan untuk membanguan pengetahuan tentang setiap pembangunan yang ada di bawean dan sekaligus permasalahan-permasahan dari setiap pembangunan yang terjadi.
Kata Kunci: Habitus, Cangkruan, Mahasiswa, Diskursus dan Pembanguna
Penulis: MIFTAHOL KHAIR, MARTINUS LEGOWO
Kode Jurnal: jpsosiologidd150600

Artikel Terkait :