OBRAL SIMBOL KEPENTINGAN DALAM BROSUR POLITIK (Analisis Semiotik di Balik Brosur Calon Legislatif DPR RI Hengki Kurniawan)
Abstrak: Berbagai kalangan
ikut mewarnai dalam pemilihan calon legislatif. Mulai dari kalangan bawah,
pejabat hingga artis yang juga berpartisipasi dalam dunia politik. Terdapat pro
dan kontra dalam pemilihan umum ini. Dari penelitian-penelitian sebelumnya yang
saat ini tengah menjadi primadona analisis adalah analisis semiotika dimana
terdapat pembongkaran atas makna-makna yang ada pada sebuah berita atau
informasi yang lain. Begitu pula yang tentu terjadi pada brosur politik pada
calon legislatif Hengki Kurniawan ini. Maka, peneliti akan fokus pada analisis
semiotik yang terkandung dalam brosur partai politik pada Pemilihan Umum
Legislatif pada tahun 2014 yang telah berlangsung pada tanggal 9 April 2014
lalu. Terdapat 4 halaman dari brosur politik yang akan dianalisis baik dengan
pendekatan semiotika Roland Barthes maupun hegemoni dari Antonio Gramsci. Dari
analisis melalui pendekatan semiotika, diketahui bila dari pemilihan simbol
warna dan kalimat yang digunakan dalam brosur menunjukkan adanya kepentingan
tertentu dan justru sama sekali tidak menunjukkan adanya visi-misi yang jelas
dari calon legislatif ini. Komentar-komentar yang ada pun justru menunjukkan
adanya kesempurnaan atas apa yang dilakukan oleh Hengki Kurniawan. Memang dalam
hal ini, perpolitikan terutama untuk mendulang suara, hanya ada track record
yang baik. Masyarakat sebenarnya perlu tahu track record-nya secara penuh tanpa
hegemoni dari pihak-pihak tertentu.
Penulis: RISA LUTFIANA,
PAMBUDI HANDOYO
Kode Jurnal: jpsosiologidd150602