Konstruksi Masyarkat Desa Sekar Terhadap Posyandu Sebagai Unit Pelayanan Kesehatan
Abstrak: Pembangunan bidang
kesehatan mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan. Khususnya dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satu upaya WHO dalam
rangka meningkatkan dan memelihara kualitas kesehatan yaitu melalui MDGs
(Millenium Development Goals). Negara-negara berkembang seperti Indonesia
berkewajiban melaksanakannya, sementara negara-negara maju berkewajiban
mendukung dan membantu negara berkembang dalam upaya mencapai tujuan MDGs.
Fokus pemerintah untuk memenuhi target MDGs dalam bidang ini ialah dengan
menekan angka kematian ibu (AKI) dan Bayi (AKB). Derajat kesehatan anak dapat
ditinjaui melalui Angka kematian Bayi (AKB) pada saat bayi dilahirkan. AKB
merupakan indikator untuk menjelaska keadaan tingkat kesehatan di suatu
masyarakat. Pada penelitian ini bertujuan untuk melihat konstruksi masyarakat
desa Sekar terhadap posyandu sebagai unit pelayan kesehatan bahwa individu di
dalam lingkungan masyarakat akan memilih, menimbang, dan kemudian menentukan
hal-hal yang akan memuaskan kebutuhannya. Peneliti menggunakan teori
konstrruksi sosial Berger dan Luckmann melalui proses eksternalisasi,
objektivasi, dan internalisasi untuk melihat konstruksi masyarakat dalam
pelayanan Posyandu. Peneleitian ini bersifat penelitian kualitatif deskriptif
dan menggunakan fenomenologi Husserl. Tempat penelitian yaitu Desa Sekar
Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro. Menggunakan teknik analisis deskriptif
pada Miles & Huberman dan mengacu pada teori konstruksi sosial Berger dan
Luckmann. Hasil penelitian bahwa partisipasi masyarakat masih rendah. Hal
tersebut disebabkan oleh faktor lingkungan sosial, pendidikan, dan
perekonomian. Informan sebagai korban AKB cenderung tidak memperhatikan kondisi
kesehatan terutama pada saat kehamilan. Mereka lebih mementingkan untuk bekerja
daripada membawa anak untuk pergi ke Posyandu.
Penulis: DHITA KURNIASARI,
DHITA KURNIASARI, ALI IMRON
Kode Jurnal: jpsosiologidd150564