FENOMENA KAWIN SANDHÉK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA SOKALELAH KECAMATAN KADUR KABUPATEN PAMEKASAN

Abstrak: Pelaksanaan  kawin  sandhék  di  Desa  Sokalelah  Kecamatan Kadur  Kabupaten  Pamekasan  sangat  berbeda  dengan pelaksanaan  perkawinan  pada  umumnya  karena pelaksanaannya dilakukan di tempat calon pengantin yang ditinggal  kabur  (laki-laki),  hal  ini  disebabkan  oleh  tidak adanya  persiapan  sama  sekali  dari  pihak  keluarga  calon pengantin  esandhék  itu  (perempuan)  karena pemberitahuannya  hanya  semalam  sebelum  keesokannya dilaksanakan  akad  nikahnya.  dan  dalam  pelaksanaan kawin sandhék ini tidak dilakukan lamaran terlebih dahulu karena  sangat  mendadak.  Tujuan  dilaksanakannya  kawin sandhék  Untuk  menutupi  rasa  malu  atau  aib  dari  keluarga calon  pengantin  yang  ditinggal  kabur  oleh  pasangannya tanpa  ada  alasan  yang  jelas,  Untuk  menghindari  gagalnya perkawinan maka dari itu pihak keluarga mencarikan ganti perempuan  di  sekitar  rumah  atau  di  pondok  pesantren; dan  untuk  membentuk  keluarga  yang  sakinah,  mawaddah warahmah serta untuk mendapatkan keturunan yang shaleh dan shalehah. 
Kata Kunci: Kawin Sandhék Perspektif Hukum Islam
Penulis: Suhriyanto dan Moh. Hefni
Kode Jurnal: jphukumdd140966

Artikel Terkait :