ANALISIS YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP PERUBAHAN UNDANG-UNDANG KOPERASI
Abstrak: Perubahan dalam
Undang-Undang Koperasi No. 17 Tahun 2012 berdampak pada kelembagaan dan sistem
permodalan koperasi Indonesia termasuk Baitul Maal Wat Tanwil (BMT) yang
merupakan lembaga keuangan syari’ah mikro yang berada dalam naungan Dinas
Koperasi. Melalui pendekatan Yuridis Sosiologis kajian ini menekankan pada
aspek analisis tentang Respon Baitul Maal Wat Tanwil (BMT) Kota Metro terhadap
Perubahan Undang-Undang Koperasi No. 17 Tahun 2012. Dengan tekhnik wawancara
peneliti berhasil mengumpulkan data yang kemudian dianalisa dengan menggunakan
alur berfikir deduktif sehingga tergambar bahwa sejak di berlakukannya
Undang-Undang Koperasi No. 17 Tahun 2012 seluruh BMT di Kota Metro telah
menerbitkan SMK (Sertifikat Modal Koperasi) sebagai bentuk modal yang diperoleh
dari para anggota, terkait perubahan kelembagaan jenis koperasi BMT yang
memiliki unit usaha telah melakukan pemisahan usaha seperti yang dilakukan oleh
BMT atta’awun dengan Koperasi Jusimart Metro. Namun Secara Substansi keberadaan
Undang-Undang Koperasi No. 17 Tahun 2012 sebenarnya dirasakan tidak sejalan
dengan visi misi BMT karna secara tidak langsung telah mereduksi semangat
syari’ah dalam BMT. Demikian yang disampaikan oleh beberapa pimpinan BMT oleh
karenanya besar harapan mereka agar BMT memiliki kebijakan yang berdiri sendiri
seperti perbankan syari’ah.
Penulis: Elfa Murdiana
Kode Jurnal: jphukumdd150878