ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN PENIPUAN JUAL BELI ONLINE

ABSTRAK: Jual  beli  melalui  media  internet  saat  ini  sering  dilakukan  oleh  masyarakat  di Indonesia  terkadang  menimbulkan  fenomena  kejahatan  cybercrime  seperti penipuan,  sehingga  diperlukan  perlindungan  hukum  secara  khusus  bagi  korban penipuan  jual  beli  online.  Tujuan  dalam  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui secara  jelas  mengenai perlindungan hukum  bagi korban penipuan  jual  beli  online dan  faktor  yang  mempengaruhi  perlindungan  hukum  bagi  korban  penipuan  jual beli  online.  Hasil  penelitian  dan  pembahasan  dapat  disimpulkan  bahwa perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana jual beli online pada dasarnya dilakukan  melalui  upaya  penal  dan  non  penal.  Upaya  penal  dapat  ditempuh melalui  upaya  represif,  sedangkan  non  penal  ditempuh  melalui  jalur  preventif. Upaya  represif  dilakukan  dengan  cara  yaitu  korban  dapat  melaporkan  tindak pidana penipuan dengan cara mendatangi instansi penegak hukum untuk di proses lebih  lanjut.  Selanjutnya  upaya  preventif  dilakukan  dengan  memberikan sosialisasi  peraturan  perundang-undangan  dan  penyuluhan  hukum  terkait penggunaan  teknologi  serta  budaya  untuk  tidak  merespon  terhadap  permintaan informasi  pribadi  lewat  e-mail.  Faktor  yang  mempengaruhi  perlindungan  bagi korban  penipuan  jual  beli  online  terfokus  pada  minimnya  sarana  dan  prasarana yang  memadai,  belum  maksimalnya  sosialisasi  peraturan  perundang-undangan terkait  tindak  pidana  cybercrime  kepada  masyarakat,  kualitas  sumberdaya  aparat penegak  hukum  serta  kultur  masyarakat  yang  enggan  untuk  memberikan  laporan dan kesaksian.
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Korban Penipuan, Jual Beli Online
Penulis: Fabiandi Cornelis
Kode Jurnal: jphukumdd150867

Artikel Terkait :