URGENSI PENGATURAN DISCLOSURE REQUIREMENTS SEBAGAI SYARAT APLIKASI HAK PATEN DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DI INDONESIA

Abstrak: Sumber  daya  genetik  (SDG)  merupakan  salah  satu  bagian  dari  sumber daya  hayati  (biological  resources)  dimana  SDG  mempunyai  peranan  yang penting  sebagai  fondasi  yang  pada  intinya  untuk  menjamin  keberlangsungan hidup  umat  manusia.  Keberadaan  Negara  berkembang  salah  satunya  adalah Indonesia  dengan  berbagai  kekayaan  alam  dan  potensi  lainnya  seperti  SDG menjadi salah satu perhatian penting di tingkat Internasional khususnya dalam hal ini  pemanfaatan  SDG  untuk  berbagai  kepentingan,  yang  kian  meningkat  telah mendorong  perusahaan-perusahaan   raksasa  dari  negara  maju  untuk  turut  ambil bagian  dengan  melakukan  berbagai  tindakan  pemanfaatan.  Dampaknya  sangat terasa ketika dunia Internasional mulai menggunakan sebagai hak paten sehingga berakibat  SDG  khas  Negara-negara  berkembang  telah  dikembangkan  tanpa adanya  pembagian  keuntungan.  Paten  terhadap  SDG  banyak  sekali  dilakukan oleh negara maju  yang meraup keuntungan dengan nominal  yang sangat tinggi. Permasalahan  kemudian  muncul  ketika  paten  yang  terkait  dengan  SDG  tidak dimasukkan  asal  sumber  invensi  dalam  aplikasi  permohonan  paten,  sehingga paten tersebut tidak memberikan pembagian keuntungan yang adil kepada negara pemilik  SDG.  Dengan  pengaturan  Disclosure  requirements  sebagai  salah  satu syarat aplikasi permohonan paten dapat memberikan perlindungan hukum kepada negara pemilik SDG dimana negara pemilik SDG dapat memperoleh keuntungan yang adil dari adanya pemanfaatan terhadap SDG tersebut.
Kata kunci: Disclosure Requirements , Paten, Sumber Daya Genetik
Penulis: Rara Amalia Cendhayanie, Dr. Bambang Winarno, S.H.,M.S
Kode Jurnal: jphukumdd130802

Artikel Terkait :