TRADISI TABUIK DI KOTA PARIAMAN

ABSTRAK: Kebudayaan adalah kompleks yang mencangkup, pengetahuan, kepercayaan, kesenian,  moral,  hukum,  adat-istiadat,  dan  lain  kemampuan  serta  kebiasaan  oleh manusia  anggota  masyarakat.  Tradisi  adalah  kebiasaan  sosial  yang  diturunkan  dari suatu  generasi  ke  generasi  lainnya  melalui  proses  sosialisasi.  Tradisi  menentukan nilai-nilai dan moral masyarakat, karena tradisi merupakan aturan-aturan tentang hal apa  yang  benar  dan  hal  apa  yang  salah  menurut  warga  masyarakat.  Tabuik  adalah suatu warisan budaya berbentuk ritual upacara  yang berkembang di Pariaman sejak sekitar  dua  abad  yang  lalu.  Tabuik  merupakan  upacara  atau  perayaan  mengenang kematian  Husain,  tetapi  kemudian  berkembang  menjadi  pertunjukan  budaya  khas Pariaman  setelah  masuknya  unsur-unsur  budaya  Minangkabau.  Bagi  masyarakat Pariaman  upacara  ini  tidak  menjadi  akidah  (kepercayaan  yang  menyangkut  dengan ketuhanan atau yang dipuja), pelaksanaannya hanya semata-mata merupakan upacara memperingati kematian Husain. Bagian yang dianggap penting dari perayaan tabuik adalah  pelaksanaan  pestanya  yang  oleh  masyarakat  Pariaman  disebut  batabuik  atau mahoyak tabuik.  Perayaan tabuik terdiri atas ritus-ritus atau rangkaian upacara yang dimulai  dari  ritus  maambiak  tanah  ke  sungai,  maambiak/manabang  batang  pisang, maatam, marandai, maarak jari-jari, maarak saroban, tabuik naiak pangkek, maoyak tabuik,  hingga  ditutup  dengan  ritus  mambuang  tabuik  ke  laut.  Ritus-ritus  itu diwujudkan  dalam  bentuk  prosesi-prosesi  (arakan).  Rentang  waktu  yang  digunakan untuk  prosesi-prosesi  itu  berkisar  antara  10  hingga  14  hari  pada  awal  bulan Muharram, bahkan dapat saja terjadi lebih dari itu. Dalam pelaksanaan tradisi tabuik sejak  pertama  dilaksanakan  hingga  sekarang  telah  mengalami  perubahan  dari  segi kesakralan  dan  spiritual  masyarakat  Pariaman  dalam  menjalani  prosesi  tabuik, adapaun  perubahan-perubahan  dalam  tradisi  tabuik  adalah  sebagai  berikut;  Kepala Burak,  Auang Tuo  Tabuik, Bahan pada Kerangka Tabuik, Pembuangan Tabuik, dan Hoyak  Tabuik.  Pada  zaman  awal  dilaksanakannya  tabuik,  tabuik  memang dilaksanakan sebagian upacara yang sakral dan mengandung nilai agama yang tinggi, bagi  para  pelaku  tabuik  mempersiapkan  acara  tabuik  sebagaimana  merayakan  hari besar agama. Namun pelaksanaan tabuik sekarang lebih kepada memperlihatkan nilai hiburan atau pariwisata Kota Pariaman.
Kata kunci: Tradisi, Perubahan, Tabuik
Penulis: Maezan Kahlil Gibran
Kode Jurnal: jpsosiologidd150407

Artikel Terkait :