PERUBAHAN PERAN BATIN DI SUKU PETALANGAN (Studi Kasus Pebatinan Monti Raja Desa Betung)
Abstrak: Penelitian ini
menganalisis perubahan peran Batin di Suku Petalangan monti raja desa Betung.
Merupakan suatu fenomena sosial yang
terjadi di masyarakat petalangan, kedudukan batin dalam
pandangan masyarakat di
masyarakat petalangan desa
Betung memilki kedudukan yang
penting. Batin merupakan
sosok pemimpin bagi
kaumnya khususnya kemenakan dimana
batin memiliki peranan
untuk mendidik kemenakan
dalam pewarisan, perkawinan, persengketaan, selain
itu menjaga tanah
ulayat dan rimba
kepungan sialang. Namun pada kenyataanya kondisi kekinian dengan semakin majunya tekologi dan
informasi peranan batin di
suku petalangan mengalami
perubahan. Batin tidak
lagi maksimal dalam melaksanakan hak
dan kewajibannya terhadap
kemenakan dan menjaga
harta pusaka pesukuan yang ada di
masyarakat petalangan. Teori yang
digunakan adalah teori perubahan menurut
Himes dan More.
Analisa data dilakukan
dengan cara kualitatif
deskrpitif, teknik pengambilan
data dalam penelitian ini adalah purposive dimana jumlah responden berjumlah 8
orang yang terdiri
dari pengurus adat
batin monti raja.
Dari hasil penelitian
dilapangan bahwa peranan batin di
suku petalangan desa Betung
mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor
internal dan eksternal yaitu
teknlogi, pendidikan, ekonomi,
intervensi pemerintah dan kontak
dengan budaya asing, yang
berdampak sosial terhadap tatanan
nilai dan budaya petalangan sendiri yang
ditandai dengan hilangnya beberapa ritual adat petalangan.
Penulis: Robi Armilus
Kode Jurnal: jpsosiologidd150408