PERKAWINAN ADAT MUSLIM SUKU DANI DI PAPUA

Abstrak: Suku Dani adalah salah suku yang cukup besar di Papua. Suku ini  kali  pertama  ditemukan  oleh  rombongan  ekspedisi pimpinan  H.  A.  Lorentz  pada  1909.  Dalam  perkembangan selanjutnya,  orang-orang  Dani  Lembah  Baliem  mulai berinteraksi  dengan  transmigrasi  Muslim  asal  Jawa,  Madura, Makasar,  Ternate,  dan  Fak-Fak  yang  datang  bertugas  menjadi guru  dan  tentara.  Agama  Islam  telah  membawa  perubahan pada  masyarakat  Muslim  Suku  Dani.  Namun,  para  warganya hingga  kini  masih  memertahankan  adat  kebiasaan  leluhur mereka.  Sebuah  Tradisi  yang  selama  ini  masih  tetap  berlaku dan  dilestarikan  dalam adat  Muslim Suku Dani adalah praktik perkawinan  adat.  Penelitian  yang  menggunakan  pendekatan kualitatif  berjenis  etnografi  ini  menghasilkan  temuan  bahwa dalam  perkawinan  adat  tersebut,  masyarakat  Muslim  suku Dani menggunakan mahar babi sebagai syarat untuk kawin. Di samping  itu,  mereka  melakukan  hubungan  perkawinan berdasarkan  pada  sistem  kekerabatan  yang  bersifat  eksogami, yakni  berasal  dari  dua belahan (moiety), yaitu wita  yang  terdiri dari 23 buah klen dan waya yang terdiri dari 26 buah klen. 
Kata-kata Kunci: Suku Dani, mahar, wita, waya, babi, dan hukum Islam
Penulis: Umar Yelepele, Moh. Hefni
Kode Jurnal: jphukumdd120277

Artikel Terkait :