ORIENTASI PEMIKIRAN ULAMA’ NU (Jender dalam Perspektif Ulama Skriptualis dan Subtansialis di NU Cabang Sumenep)
Abstrak: Semenjak akhir abad
ke 18 atau awal abad ke -19 Masehi telah tumbuh
perjumpaan intensif antara
dunia Islam dan
dunia Barat. Pada periode
ini, kaum Muslim
harus menghadapi pilihan yang
sangat dilematis, antara
keinginan untuk menjunjung tinggi
nilai-nilai ajaran Islam
dengan kebutuhan mengikuti gagasan-gagasan modern.
Ini kemudian melahirkan corak
pemikiran skriptualis dan
substansialis. Melalui topik jender, kedua corak pemikiran ini juga
terjadi di kalangan ulama’ NU
Cabang Sumenep. Secara
ideologis, keduanya berbeda karena
metode pemaknaan mereka terhadap teks
ajaran Islam juga
berbeda. Sedangkan secara sosiologis, keduanya
berbeda dalam memandang
fenomena sosial yang berkembang. Dalam hal jender, ulama’ skriptualis berpegang
teguh kepada ketidakbolehan perempuan menjadi pemimpin berdasarkan
atas ayat al-Qur’ân
dan Hadîts. Sedangkan kalangan
ulama’ substansialis meneguhkan kebolehan perempuan
untuk memegang jabatan
publik. Ini didasarkan atas
pemaknaan substansial terhadap
al-Qur’ân surat al-Nisâ’: 34 dan hadîts Nabi.
Penulis: Moh. Jazuli
Kode Jurnal: jphukumdd120280