KONSEP GADAI DALAM HUKUM ISLAM (Studi Analisis terhadap Mekanisme Operasional Gadai Syarî’ah di Perusahaan Umum Pegadaian Syari’ah Pamekasan)

Abstract: Hadirnya pegadaian  di Indonesia  sebagai  lembaga keuangan formal  yang  bergerak  menyalurkan  pembiayaan  dalam bentuk  meminjamkan  uang  kepada  orang  yang membutuhkan  sesuai  hukum  yang  ada.  Program  ini membantu  masyarakat  untuk  tidak  terjebak  dalam  praktek riba  dan  lain-lain.  Di  samping  itu,  munculnya  pegadaian syari'ah  menjamin  dalam  memberikan  pelayanan  kepada masyarakat  ketika  menghadapi  kebutuhan  mendadak  yang telah  enggan  menggunakan  pegadaian  konvensional.  Maka dari  itu,  keberadaan  pegadaian  syarî'ah  dapat  digunakan sebagai  alternatif  oleh  masyarakat  yang  ingin  berinteraksi dalam gadai yang bebas  riba dan sah menurut  hukum  Islam. Berdasarkan  hasil  penelitian  yang  dilakukan  peneliti,  maka dapat  dideskripsikan  sebagai  berikut.  Pertama,  penerapan rahn pada Perusahaan Umum Pegadaian Syarî’ah Pamekasan mulai  dari  prosedur  pengajuan  pembiayaan  sampai  dengan pelunasan secara umum sudah bisa dikatakan tidak ada yang menyimpang  dari  huku-hukum  Islam.  Kedua, Perusahaan Umum  Pegadaian  Syarî’ah  Jokotole  Pamekasan  tidak menekankan  pada  pengambilan  bunga  dari  barang  yang digadaikan.  Akan  tetapi  bunga  yang  diberlakukan  di pegadaian  konvensional  diganti  dengan  istilah  ijârah.    Selain itu,  dalam  perkembangannya,  Pegadaian  Syarî’ah mengeluarkan  produk  dengan  nama  MULIA  (Murâbahah Logam  Mulia  untuk  Investasi  Abadi).  Hal  ini  merupakan penjualan logam emas yang disediakan di pegadaian syarî’ah. Ketiga, sisitem ijârah yang diberlakukan di Perusahaan Umum Pegadaian Syarî’ah Pamekasan ada yang tidak sesuai dengan aturan  hukum  Islam,  karena  keuntungan  yang  didapat dengan pemberlakuan oleh  nasabah  yang  hanya  membutuhkan  sebagian  pinjaman dari nilai barang yang digadaikan. Ini disebut dengan sebuah penipuan. Selain itu, pemberlakuan jual beli logam emas juga termasuk  bay  al-‘înah  yang  dilarang  dalam  Islam  karena  ada unsur ribâ di dalamnya.  
Kata-kata Kunci: Rahn, ijârah, syarî’ah, dan hukum Islam
Penulis: Ah. Kusairi
Kode Jurnal: jphukumdd120281

Artikel Terkait :