HUKUM KONSUMSI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Abstrak: Islam  memandang  bahwa  bumi  dengan  segala  isinya  merupakan  amanah  Allah SWT kepada manusia sebagai khalifah  di bumi agar dipergunakan sebaik-baiknya bagi  kesejahteraan  bersama.  Salah  satu  pemanfaatan  yang  diberikan  adalah kegiatan  ekonomi  (mu’amalah secara umum)  dan  yang  lebih  sempit  lagi  kegiatan konsumsi.  Hak  konsumsi  bukanlah  hak  pribadi,  melainkan  hak  bersama  sebagai makhluk  sosial.  Oleh  karenanya,  agar  terjadi  keseimbangan  pemenuhan  hak individu/pribadi  dan  hak  bersama  supaya  tidak  terjadi  saling  merugikan  antara satu  dengan  yang  lain,  maka  Allah  swt  memberikan  rambu-rambu  yang  harus ditaati  oleh  manusia  yang  termuat  dalam  Al-Quran.    Namun  tidak  semua  teknis mu’amalah dijelaskan secara detail dalam Al-Qur’an. Oleh karenanya, dibutuhkan Hadis  sebagai  baya>nut  tafsi>r,  memberikan  perincian  (Tafs}i>l)  dan  penafsiran terhadap ayat-ayat al-Qur‘a>n yang masih mujmal dan memberikan taqyi>d pada ayat-ayat  yang  masing  mutl}aq.  Misalnya  ayat  tetang  kewajiban  makan  dan minum  perkara  yang  halal  masih  bersifat  mujmal.  Belum  dijelaskan  teknis memperolehnya,  walaupun  dalam  ayat  lain  menjelaskan  itupun  belum  sampai pada  teknis.  Misalnya  dalam  surat  al-Baqarah  ayat  275,  Allah  swt  menghalalkan jual  beli.  Namun  teknis  pelaksanaan  jual  beli  tidak  dijelaskan  di  dalamnya,    di sisnilah fungsi Hadis untuk menjelaskannya.
Kata kunci: Al-Qur’an, Hadis, bayanut tafsir, ekonomi
Penulis: Nasrulloh
Kode Jurnal: jphukumdd130857

Artikel Terkait :