HUBUNGAN SOSIAL ANTARA PEDAGANG PENGUMPUL DENGAN PERAJIN BATU BATA DI RW 27 KELURAHAN SAIL KECAMATAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU
ABSTRAK: Skripsi ini
diajukan guna memenuhi
syarat meraih gelar
Sarjana Sosiologi. Dengan judul
“Hubungan Sosial Antara
Pedagang Pengumpul Dengan Perajin Batu Bata Di Rw 27 Kelurahan
Sail Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru”.
Masalah yang dibahas
dalam skripsi ini
adalah hubungan sosial antara perajin batu bata dengan pedagang pengumpul di tenayan raya
Pekanbarudan saling ketergantungan antara
perajin batu bata
merah dan tauke
di tenayan raya pekanbaru.
Responden dari penelitian
ini adalah 60
Perajin dan 3
orang pedagang pengumpul, masing
masing pedagang pengumpul
memiliki lebih kurang 14
perajin bata. Teknik
pengambilan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini
adalah Proporsional random sampling, Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel
dari tiap-tiap sub
populasi dengan memperhitungkan besar kecilnya sub-sub
populasi tersebut. Metode yang
digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dekskriptif
sebab metode ini
lebih menekankan pada aspek pengukuran
secara obyektif terhadap
fenomena social. Instrumen
penyaringan data yang digunakan
adalah observasi, kuesioner,
dan dokumen. Teori
yang digunakan Teori Pertukaran,
analisa mengenai hubungan
sosial yang terjadi menurut cost and reward ini merupakan
salah satu ciri khas teori pertukaran. Hasil penelitian secara
umum yang dilakukan
maka penulis dapat
mengatakan bahwa tingginya tingkat
ketergantungan antara perajin
batu bata dan
pedagang pengumpul karena di dasarkan sama-sama mempunyai kepentingan.
Kepentingan ini di maksudkan
bahwa perajin batu
bata mendapatkan jaminan
dalam segi pemasaran hasil
produksi apabila selesai
proses produksi dan
bantuan dalam memenuhi kebutuhan
hidup di tinjau dari segi peminjaman uang kepada pedagang pengumpul. Sedangkan
pedagang pengumpul mendapatkan
keuntungan dari perajin yaitu
hasil produksi batu bata hanya di jual kepadanya walaupun dengan harga kesepakatan
bersama namun terkadang
ada juga harga
di tentukan oleh pedagang pengumpul. Selain itu adanya
pinjaman yang di berikan oleh pedagang pengumpul kepada perajin sehingga
pedagang pengumpul mendapat keuntungan dari bunga pinjaman yang di berikan
kepada perajin.
Penulis: RUDI ROYMAN
BUTAR-BUTAR
Kode Jurnal: jpsosiologidd160048