HAK POLITIK PEREMPUAN PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI (Uji materiil pasal 214 UU No.10 Tahun 2008)

Abstrak:  Hak  Politik  Perempuan  Pasca  Putusan  Mahkamah  Konstitusi. Perempuan  dan  laki  memiliki  hak  dan  kewajiban  yang  sama    dalam  politik. Namun  begitu,  hambatan  yang  timbul  diantaranya  karena  faktor  budaya, menyebabkan representasi politik perempuan di Parlemen masih sangat rendah. Sebagai  upaya  mengejar  ketertinggalan  tersebut,  disyahkanlah  Pasal  214  UU Nomor  10  Tahun  2008  yang  memberikan  quota  minimal  30  persen  bagi perempuan  di  parlemen.  Ketentuan  ini  membuat  sebagian  kalangan  untuk mempertanyakan  judicial  review  atas  ketentuan  tersebut.  Mahkamah Konstitusi (MK)  menyetujui  judicial  review  tersebut  dengan  menghapuskan  ketentuan tersebut mengganti dengan suara terbanyak. Tulisan ini membahas proses judial review tersebut dan tantangan yang dihadapi paska putusan MK tersebut.
Kata Kunci:  Perempuan,  Hak  Politik  Perempuan  dan  Putusan  Mahkamah Konstitusi
Penulis: Nur Asikin Thalib
Kode Jurnal: jphukumdd140592

Artikel Terkait :