Gaya Hidup Masyarakat Perkotaan (Studi Meaning Family Box Karaoke Keluarga Bagi Mahasiswa/i di Jalan HR. Soebrantas Panam)
ABSTRAK: Gaya hidup
masyarakat perkotaan yang
sering kali dikatakan
modern sebenarnya
berhubungan dengan lokasi
daerah perkotaan sebagai
pusat pemerintahan, bisnis, pusat
pendidikan dan hiburan.Karaoke pada
awalnya dianggap sebagai hiburan yang mahal dan dipandang sebagai
hiburan malam yang berkonotasi
negatif oleh sebagian
masyarakat Indonesia.Seiring dengan berjalannya waktu, tempat karaoke yang
mulanya dipandang negatif ini semakin lama
semakin berkurang, karena
pada sebagian tempat
karaoke disebutkan sebagai tempat
karaoke keluarga dan
menjadi sebuah tempat
hiburan yang bersahabat. Tempat
karaoke yang telah
dilakukan dalam penelitian
ini adalah Family Box yang
berlokasi di Jalan HR. Soebrantas Panam kota Pekanbaru. Tujuan penelitian
ini adalah untuk
mengetahui apa makna
Family Boxkaraoke keluarga bagi
mahasiswa/i serta ingin mengetahui apa faktor-faktor yang membuat mahasiswa/i
mengunjungi Family Box karaoke keluarga. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah
metode penelitian kualitatif
dengan tipe penelitian deskriptif.Dalam pengumpulan
data, peneliti menggunakan
observasi partisipasi,
observasi tanpa pastisipas,
wawancara kepada 10
informan, dan metode triangulasi.Observasi dilengkapi
dengan kamera foto.
Wawancara yang digunakan adalah
wawancara mendalam (indepth
interview) dengan berpedoman pada interview
guide yang telah
dipersiapkan sebelumnya. Perlengkapan
yang digunakan pada saat
wawancara adalah catatan
tertulis (filed note)dan
tape recorder.Analisis data yang
digunakan dalam penelitian
ini adalah analisis
data kualitatif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa
karaoke sebagai suatu
gaya hidup masyarakat perkotaan.
Dengan berkaraoke mahasiswa
memperoleh kesenangan dan kepuasan
yang mampu menghilangkan
stress serta beban
pikiran yang dirasakan. Dengan
berkumpul dan bersenda gurau dengan teman-teman diruangan karaoke bagi
masyarakat perkotaan adalah hal yang ampuh untuk menghibur diri atau
refreshing.
Penulis: Ella Marliza
Kode Jurnal: jpsosiologidd150435