KEHIDUPAN PELACUR JALANAN (STUDY LOKASI JALAN TENGKU UMAR KOTA PEKANBARU)

ABSTRAK: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  strategi  pelacur  jalanan  dalam mendapatkan  pelanggan  dan  hubungan  interaksi  antara  sesama  pelacur.  Untuk menganalisa data dalam penelitian ini menggunakan  analisa secara Kualitatif. Di daerah  perkotaan,  masalah  yang  di  timbulkan  oleh  masyarakat  yaitu  masalah sosial. Masalah-  masalah yang timbul di karenakan beragamnya masyarakat yang ada di perkotaan. Baik itu keragaman ras, budaya, agama dan lain sebagainya  di antara permasalahan tersebut terdapat masalah prostitusi yang masalhnya seperti jamur  di  musim  hujan.  Pelacur  adalah  penjualan  jasa  seksual,  seperti  seks  oral atau hubungan seks untuk mendapatkan uang. Pekanbaru adalah kota yang padat dengan aktivitas,  meskipun tidak termasuk dalam kategori besar, namun ibu kota ini merupakan daerah  yang ramai dengan hingar  binger dengan sebuah terminal utama bus kota,. Dengan banyaknya tempat- tempat keramaian di Kota Pekanbaru ini di sinilah banyak terdapat pelacur jalanan setiap malamnya. Mayoritas pelacur jalanan di Kota Pekanbaru ini berusia 28-32 tahun. Berpendidikan rendah  yakni tamatan sekolah dasar dan berasal dari daerah Padang, Sukabumi, Tanjung Balai, Bandung.  Selanjutnya  mayoritas  pelacur  jalanan  ini  menjalankan  praktek pelacurannya  secara  individual,  dengan  pendapatan  Rp  100.000  sampai  Rp 300.000 setiap malamnya. Banyaknya strategi yang di lakukan oleh para pelacur ni  untuk  mendapatkan  pelanggan  srategi  yang  mereka  lakukan  yaitu  cara berpakaian  yang  seksi,  luluran,  memakai  bedak  wallet  ,  minuman  herbal, olahraga,  mandi  kembang  dan  ada  juga  yang  menggunakan  susuk.  Interaksi  di antara  mereka  sangatlah  kuat,  baik  dari  segi  positif  maupun  dari  segi  negative. Interaksi yang terjadi di antara mereka yaitu kerja sama, persaingan dan konflik. Mayoritas  pelacur  jalanan  ini  bekerja  pada  siang  harinya  untuk  mencari  uang tambahan,  pada  malam  harinya  mereka  mangkal  di  jalanan.  Mayoritas  pelacur jalanan ini bekerja sebagai pelacur jalanan ini karena alasan faktor ekonomi dan tidak berpendidikan.
Kata Kunci: Prostitusi, Interaksi, Strategi
Penulis: FILDZAH BAKRI
Kode Jurnal: jpsosiologidd150436

Artikel Terkait :