TEMPAT REKREASI ALTERNATIF MASYARAKAT DI KOTA PEKANBARU (STUDI TENTANG ALIH FUNGSI STADION UTAMA RIAU SEBAGAI SARANA REKREASI)

ABSTRAK: Pada  zaman  modern  saat  ini,  tingkat  kebutuhan  hidup  manusia  semakin bervariasi. Tidak hanya pangan, sandang, dan papan saja yang menjadi kebutuhan pokok utama masyarakat kota. Tetapi masyarakat kota akan mengupayakan jenis kebutuhan lainnya jika kebutuhan  pokoknya telah terpenuhi. Salah satunya yaitu pemenuhan kebutuhan dalam bidang hiburan maupun rekreasi. Maka dari itu kota Pekanbaru  memiliki  beberapa  tempat  rekreasi,  seperti  :  Taman  Rekreasi  Alam Mayang,  Taman  Ria  Putri  Kacang  Mayang,  Taman  Kota,  Hutan  Kota,  Museum Sang Nila Utama, Arena Purna MTQ dan Anjungan Seni Idrus Tintin, Monumen Lokomotif, dan lain-lain. Rekreasi telah menjadi unsur penting dalam kehidupan masyarakat  modern  atau  perkotaan.  Pendapatan,  kondisi  pekerjaan  dan perkembangan transportasi yang semakin baik telah memberi orang lebih banyak uang,  waktu  dan  mobilitas  yang  lebih  tinggi  untuk  melakukan  rekreasi.  Secara alamiah,  manusia  mampu  menciptakan  tempat  rekreasinya  sendiri.  Manusia menciptakan  tempat  rekreasinya  sendiri,  dikarenakan  sempitnya  ruang  terbuka publik di kota Pekanbaru. Tempat-tempat rekreasi yang sudah tersedia pun masih belum  bisa  memberikan  kepuasan  bagi  masyarakat  kota  Pekanbaru.  Untuk  itu, setiap masyarakat maupun individu akan mencari sesuatu yang baru, atau suasana yang  baru,  serta  tempat-tempat  yang  dirasa  dapat  menjadi  tempat  rekreasi alternatif  mereka.  Hal  inilah  yang  membuat  masyarakat  tertarik  mengunjungi Stadion  Utama  Riau  yang  awalnya  berfungsi  sebagai  sarana  dan  prasarana olahraga  untuk  acara  PON  tahun  2012,  malah  beralih  fungsi  menjadi  tempat ekreasi alternatif masyarakat karena kemegahan gedungnya dan lokasi yang luas untuk  melakukan  kegiatan  rekreasi,  seperti  olahraga  atau  hanya  sekedar  tempat perkumpulan  para  kawula  muda.  Walaupun  pengunjung  Stadion  Utama  Riau menyadari  punishment  yang  ada  seperti  tidak  adanya  lampu  penerangan  pada malam  hari,  kurangnya  pengelolaan  kebersihan  dan  pengelolaan  pengawasan, tetapi  pengunjung  mengabaikannya  karena  pengunjung  lebih  mementingkan reward  yang  ia  dapat,  seperti  tidak  mengeluarkan  biaya  mahal,  tempat  rekreasi yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal pengunjung, serta venue Stadion Utama Riau ini memiliki kemegahan dan ke-eksistensiannya tersendiri bagi masyarakat Riau.  Kegiatan  rekreasi  yang  paling  sering  dilakukan  pengunjung  di  Stadion Utama  Riau  adalah  kegiatan  makan-minum,  kegiatan  permainan  dan  olahraga, erta kegiatan muda-mudi.
Kata kunci: Rekreasi, Masyarakat, dan Alih fungsi
Penulis: Eldis Rana
Kode Jurnal: jpsosiologidd150434

Artikel Terkait :