ESENSI TA’ABBUD DALAM KONSUMSI PANGAN (Telaah Kontemplatif atas Makna Halâl-Thayyib)

Abstrak: Tujuan awal penciptaan  manusia adalah beribadah kepada Allah  swt.  secara  bertanggung  jawab.  Amalan  wajib  dan sunnah  dilaksanakan  demi  menyempurnakan  hal  ini. Makan  dan  minum,  atau  konsumsi  sebagai  kebutuhan hidup, merupakan salah satu faktor penyumbang terpenting dalam  memberikan  justifikasi  terhadap  diterima  atau ditolaknya  suatu  pekerjaan,  dikaitkan  dengan  halalharamnya.  Tulisan  ini  berupaya  mendeskripsikan  konsep halâl-thayyib  dalam perspektif makna esensi  ibadah sebagai tanggung  jawab  kita,  serta  pandangan  ulama  dan implementasinya  dalam  konteks  global,  dan  tentu  saja, implikasinya  bagi  kesempurnaan  nilai  ibadah.  Halal  dan haram memang sudah diketahui melalui nash atau teks yang jelas  dari  al-Qur`an  dan  Sunnah.  Namun, thayyib lebih menjurus kepada kaidah pengendalian teknis, aplikasi, dan pengurusan  serta  proteksi  hal- hal  yang  berkaitan  dengan makanan dan minuman yang dihalalkan. Makanan menjadi haram, jika unsur-unsur thayyib  ini diabaikan.
Kata-kata Kunci: halâl-thayyib, ibadah, syubhat, makanan
Penulis: Abdul Mukti Thabrani
Kode Jurnal: jphukumdd130796

Artikel Terkait :