ANALISIS PELUANG PASAR UNTUK MENGEMBANGKAN PRODUK OLAHAN JAMUR MERANG DI JAWA TIMUR Abstrak: Pengelola usaha produk olahan jamur merang yang masih tergolong baru tentu akan kesulitan beroperasi dalam pasar yang luas. Pemilihan lokasi pemasaran yang tepat dan potensial adalah langkah awal bagi manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asar yang paling potensial produk olahan jamur merang di Provinsi Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan analisis data tabulasi dan analisis penilaian “factor rating”. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peluang pasar yang paling potensial adalah dengan total nilai tertinggi sebesar 8.600, adalah Kabupaten Jember, kemudian dikuti dengan total nilai 8.350, yakni Kabupaten Malang. Pertimbangan keputusan antara pertama dan kedua, tidak harus pertama yang didahulukan, tetapi tidak menutup kemungkinan Kabupaten Malang yang mendekati pasar potensial juga mendapat perhatian yang lebih dari pihak pengelola usaha produk olahan jamur merang. Kata Kunci: Peluang Pasar, Pasar Potensial Penulis: Mochamad Yunus Fitriady Kode Jurnal: jpakuntansidd110198
Abstrak: Pengelola usaha
produk olahan jamur
merang yang masih
tergolong baru tentu
akan kesulitan beroperasi dalam
pasar yang luas.
Pemilihan lokasi pemasaran
yang tepat dan potensial
adalah langkah awal bagi manajemen.
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui asar yang paling
potensial produk olahan jamur merang di Provinsi Jawa Timur. Penelitian yang
dilakukan bersifat deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan analisis data
tabulasi dan analisis penilaian “factor
rating”. Data dikumpulkan
dengan cara observasi,
wawancara dan dokumentasi. Instrumen
penelitian dengan menggunakan
pedoman wawancara. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
peluang pasar yang paling potensial adalah dengan total nilai tertinggi sebesar
8.600, adalah Kabupaten Jember, kemudian dikuti dengan total nilai 8.350, yakni
Kabupaten Malang. Pertimbangan keputusan antara pertama dan kedua, tidak harus
pertama yang didahulukan, tetapi tidak menutup kemungkinan Kabupaten Malang
yang mendekati pasar potensial juga mendapat perhatian yang lebih dari pihak pengelola usaha produk
olahan jamur merang.
Penulis: Mochamad Yunus
Fitriady
Kode Jurnal: jpakuntansidd110198