PERAN KULTUR SEKOLAH DALAM MEMINIMALISASI KENAKALAN REMAJA DI MAN YOGYAKARTA III
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk: 1)
mengetahui dan mendeskripsikan kultur sekolah, 2)
mengetahui dan mendeskripsikan peran
kultur sekolah dalam meminimalisasi kenakalan remaja di MAN
Yogyakarta III. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif dengan
menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kuesioner,
dan dokumentasi. Pengambilan
sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling
dimana sampel yang
ditentukan berdasarkan kriteria tertentu. Sampel penelitian terdiri dari
kepala sekolah, wali kelas, guru BK, siswa, dan karyawan yang berprofesi
sebagai satpam. Proses analisa data penelitian ini menggunakan analisis model
interaktif Miles dan Huberman, mulai dari pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, hingga proses penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa kultur sekolah di MAN Yogyakarta III mampu
memberikan kenyamanan bagi warganya.
Hal tersebut ditunjukkan melalui artifak fisik yang berupa
kondisi lingkungan sekolah, akses terhadap sekolah, taman, tata gedung,
interior, tata ruang, ruang bimbingan konseling, alat pendukung olahraga, alat
penunjang ekstrakurikuler, laboratorium,
kantin sekolah, dan masjid.
Artifak perilaku ditunjukkan warga sekolah melalui penampilan, keterlibatan
dalam kegiatan sekolah, keterlibatan
dalam upacara sekolah,
dan interaksi antar
warga sekolah. Sedangkan nilai dan keyakinan dilihat peneliti melalui
kebanggaan terhadap sekolah,
perwujudan visi dan
misi sekolah, penghargaan
terhadap warga sekolah, kompetisi berprestasi, inovasi yang
dilakukan oleh guru, slogan, dan penerapan nilai di sekolah.
Artifak fisik dan
perilaku menunjukkan bahwa
MAN Yogyakarta III memiliki
kultur yang mengarah
pada kultur positif,
namun masih terdapat kekurangan
pada nilai dan keyakinan. Warga sekolah belum sepenuhnya paham visi dan misi
sekolah serta masih
kurangnya penghargaan terhadap
guru berprestasi. Kultur
sekolah berperan meminimalisasi kenakalan
remaja melalui interaksi
yang baik antar warga
sekolah, pelayanan bagi
siswa melalui tim
bimbingan konseling, pembinaan
karakter siswa melalui tujuh penerapan nilai utama sekolah, penghargaan bagi
siswa dan siswi, pengoptimalan aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, pemasangan slogan-slogan
yang mendidik, dan
lingkungan yang kondisif
untuk kegiatan belajar mengajar.
Penulis: Indra Rahayu Ningsih,
Prof. Dr. Farida Hanum, M.Si. dan V. Indah Sri Pinasti, M.Si.
Kode Jurnal: jpsosiologidd150358