PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA SIDOAKUR, DESA SIDOKARTO, KECAMATAN GODEAN, KABUPATEN SLEMAN

ABSTRAK: Desa wisata Sidoakur merupakan desa wisata mandiri di Kabupaten Sleman yang berdiri sejak tahun 2009. Desa wisata Sidoakur hingga saat ini masih melakukan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pemberdayaan masyarakat desa wisata Sidoakur melalui pengembangan desa wisata, mengetahui faktor pendukung dan penghambat, serta dampak yang ditimbulkan dari adanya pemberdayaan dan pengembangan di desa wisata  Sidoakur.  Penelitian  ini  adalah  penelitian  kualitatif  deskriptif  yang menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan  adalah  observasi,  wawancara,  studi  pustaka,  dan  dokumentasi. Pemilihan  informan  menggunakan  teknik  purposive  sampling  dan  snowball sampling,  sebanyak  5  orang  yang  terdiri  dari  1  orang  pengelola  Desa  Wisata Sidoakur,  1  orang  pengelola  Kelompok  Sadar  Wisata,  dan  3  orang  dari masyarakat  setempat.  Validitas  data  menggunakan  teknik  triangulasi  sumber dengan cara membandingkan antara satu data dengan data lain untuk pengecekan. Sedangkan, pada teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hubberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau  verifikasi  data.  Hasil  penelitian  menunjukkan  kegiatan  pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata Sidoakur mampu menumbuhkan tingkat  perekonomian  masyarakat  sekitar.  Pendapatan  masyarakat  lebih  terlihat ketika diadakan event besar maupun ada kunjungan tamu. Bentuk pemberdayaan masyarakat  adalah  pengelolaan lingkungan  dan  kebudayaan.  Faktor  pendukung adalah  potensi  desa  wisata  Sidoakur, semangat  masyarakat  desa,  respon  positif masyarakat, bantuan  dana  PNPM  Mandiri  Pariwisata,  dan  ide-ide  baru  dari wisatawan. Faktor penghambatnya adalah masyarakat yang terbagi ke dalam dua kubu  (pro  dan  kontra),  SDM  rendah  dan  kurang  profesional, pengurus  masih idealis,  serta  hubungan  yang  kurang  harmonis.  Dampak  positif adalah pengetahuan masyarakat bertambah, perubahan positif di masyarakat, peningkatan ekonomi  masyarakat,  promosi  melalui event yang  digelar.  Dampak  negatifnya adalah  masyarakat  terbagi  menjadi  dua  kubu (pro  dan  kontra),  persepsi  negatif terhadap  pengurus  desa  wisata,  kemacetan  lalu  lintas,  dan  sebagian  masyarakat bersikap acuh terhadap fasilitas yang sudah disediakan pengelola desa wisata.
Kata Kunci: pemberdayaan, pengembangan desa wisata, desa wisata Sidoakur
Penulis: Yosy Astari Putri dan V. Indah Sri Pinasti
Kode Jurnal: jpsosiologidd150344

Artikel Terkait :